Teknologi

Dukung Belajar dan Kerja Via Daring Lebih Hemat, Komunitas Startup Kembangkan Platform Rapat.in

Asosiasi Muslim Startup Indonesia (AMSI) menginisiasi dan mengembangkan platform Rapat.in yang dapat digunakan untuk rapat kerja dan kelas online

istimewa
Rapat online menggunakan platform Rapat.in 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah telah menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) mengenai panduan pembelajaran tatap muka, yang mana hanya daerah zona hijau diperbolehkan, sedangkan daerah zona kuning, oranye, dan merah penyebaran Covid-19 tetap belajar dari rumah.

Menyikapi hal itu, Asosiasi Muslim Startup Indonesia (AMSI) menginisiasi dan mengembangkan platform Rapat.in yang dapat digunakan untuk rapat kerja dan kelas online sejak Mei 2020 lalu.

Founder Rapat.in Adam Nugraha yang juga pebisnis startup asal Kalsel mengatakan, platform ini diharapkan dapat membantu satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran dengan layanan pendidikan daring, yang memudahkan satuan Pendidikan dapat melaksanakan belajar dari rumah dengan nyaman dan terjangkau.

"Rapat.in didesain tanpa perlu mengintal aplikasi. Pengguna hanya perlu menyalin link dan mengoperasionalkan Rapat.in melalui browser. Harganya lebih terjangkau dari platform buatan luar negeri yakni sekitar 9 USD atau sekitar Rp 125.000," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (17/6/2020).

Satu Meninggal Positif Covid-19 di Kabupaten Tala, Jumlah OTG Melonjak

Rekomendasi Ponsel Mumpuni Oppo A52 dan Oppo A92, Cek Daftar Harga HP Oppo Terbaru Juni 2020

Menghindari Rapid Test, Pedagang Pasar di Marabahan Kemasi Dagangan Lebih Cepat

Pasar Minggu Tanahbumbu Diresmikan Jadi Pasar Harian Niaga Bersujud

Ditambahkannya, fitur andalan di rapat.in adalah bisa mengatur kualitas kamera sehingga bisa lebih hemat kuota internet saat digunakan belajar dari rumah.

Selain itu, hanya pengguna yang membuat ruang rapat atau kelas online yang perlu register, sedangkan pengguna partisipan hanya perlu menuliskan nama langsung bisa bergabung kelas online.

Sesuai dengan pembelajaran tatap muka, yang maba guru dan dosen sering membagi peserta didik ke dalam kelompok belajar, Rapat.in juga menyediakan fitur untuk pembagian kelompok belajar di dalam platform rapat.in sehingga pengajar dan peserta didik tidak perlu membuat banyak ruang belajar online didalam platform.

Fitur lain dari platform rapat.in yang sesuai dengan pembelajaran tatap muka adalah tenaga pengajar dan peserta didik bisa menggunakan papan tulis virtual secara bersamaan, seperti di dalam kelas pembelajaran tatap muka.

Kemudian fitur canggih lainnya selain bisa membagikan layar presentasi dan polling online, di platform rapat.in juga bisa membagikan berbagai multimedia, mulai dari gambar, suara, juga video yang bisa langsung diputar menggunakan link dari website video sharing seperti Youtube.

Rapat.in sudah mempersiapkan secara optimal agar tidak terjadi permasalahan yang mengakibatkan ketidaknyamanan pengguna, di antaranya penggunaan server cloud dengan kapasitas ultra besar, sumber daya manusia sebagai layanan pengguna, juga teknologi enkripsi security data pengguna, dan hal-hal lain yang terkait.

"Hal ini juga untuk menopang terus melonjaknya pengguna rapat.in yang sejauh ini sudah mencapai 1.500 pengguna yang register, dan sudah mencapai 18.000 pengguna yang bersifat peserta rapat dan kelas online," paparnya.

Selain Adam Nugraha, platform ini didirikan empat orang lainnya yang tergabung dalam AMSI dari berbagai daerah di Indonesia yakni Iman Alzy sebagai Founder/CEO, Royyan Noobel sebagai Founder/CTO, Nurul Fitri sebagai Founder/CMO, dan Ramadhonni Chandra sebagai Founder/BOD.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved