Tradisi Kembang Masyarakat Banjar

Ini Makna Kembang bagi Masyarakat Banjar

sejak zaman dulu penggunaan kembang untuk berbagai keperluan sudah dilakukan sejumlah masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/salmah
Aneka bunga rampai yang dijual pedagang di Banjarbaru 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Indonesia kaya keragaman hayati, salah satunya adalah dianugerahi Tuhan keanekaragaman tanaman penghasil kembang atau bunga yang bentuknya indah dan aromanya wangi.

Tak heran sejak zaman dulu penggunaan kembang untuk berbagai keperluan sudah dilakukan sejumlah masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan.

Dalam tradisi di sejumlah daerah di tanah air, kembang menjadi hiasan dan dekorasi untuk sebuah acara, contohnya perayaan perkawinan maupun acara keagamaan.

Akhir Agustus 2020 Kemungkinan Tes SKB Seleksi CPNS, BKD Banjarmasin Masih Tunggu Arahan Pusat

Kesal Bagian Tubuh Jadi Sorotan Nora Alexandra Bereaksi, Istri Jerinx SID Ucap Ini

Pesan Prilly Latuconsina Untuk Calon Suami, Ingin Nikah di Usia 30 Tahun

Kembang juga menjadi tetaburan di atas makam yang biasanya dilakukan setelah pemakaman atau ketika melakukan ziarah kubur.

Kembang juga menjadi pelengkap ritual mistis, antara lain sesaji maupun mandi kembang dengan maksud mendapatkan sesuatu yang magis.

Apa saja kembang yang biasa digunakan tersebut, nenek Siti, pengrajin kembang di Kampung Pengambangan, Banjarmasin, menjelaskan, umumnya adalah melati, mawar (merah dan putih), kenanga, kantil.

"Kembang-kembang ini digunakan untuk berbagai keperluan di masyarakat, jenis kembang yang digunakan itu tergantung keperluannya masing-masing," jelas Siti yang biasa berjualan di Pasar Sudimampir, Banjarmasin.

Adapun secara filosofi, kembang melati yang berwarna putih itu melambangkan kesucian, kesederhanaan dan kerendahan hati.

Saat dironce (rangkai), melati yang digunakan adalah yang masih kuncup berukuran kecil.

Kembang kenanga bermakna filosofi pusaka atau warisan leluhur.

Artinya setiap generasi harus menjaga seni, tradisi, budaya, filsafat, dan ilmu spiritual yang banyak mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Adapun mawar baik yang merah atau putih adalah melambangkan kehendak ataupun niat yang tulus dan menjalani segala sesuatunya tanpa pamrih.

Kembang kantil, bermakna memiliki jiwa spiritual yang kuat agar mampu meraih sukses lahir batin.

Berarti pula adanya tali rasa kasih sayang yang mendalam tiada terputus kepada seluruh makhluk hidup.

Demikian aneka kembang dan maknanya.

Selanjutnya apa dan bagaimana penggunaan kemban gdalam berbagai acara, simak tulisan berikutnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved