Wabah Corona di Kalsel

Unit Penanganan Khusus Covid-19 Tabalong akan Tambah Perawat dan Bidan

Kasus positif Covid-19 terus meningkat menjadi pertimbangan GTPP Kabupaten Tabalong perpanjang petugas khusus dan juga menambah perawat serta bidan.

Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
Bupati Tabalong, Kalsel, H Anang Syakhfiani, saat meninjau ruang isolasi tekanan negatif beberapa waktu lalu. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), berencana melakukan perpanjangan kontrak bagi petugas di Unit Penanganan Khusus Covid-19.

Pertimbangan yang ada, pasien terkonfirmasi positif terpapar virus corona terus meningkat.

Dketahui, GTPP tidak hanya memperpanjang kontrak terhadap petugas yang sudah ada, malah akan menambah jumlah tenaga medis.

Tenaga di Unit Penanganan Khusus Covid-19 Kabupaten Tabalong, sesuai kontrak awal, bakal berakhir pada Juli 2020.

VIDEO Ketua DPRD Kalsel Serahkan Bantuan APD ke GTPP Covid-19 Tabalong

Peningkatan Penerapan Protokol Kesehatan Aktivitas Perdagangan, Bupati Tabalong Sidak Pasar Tanjung

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie, membenarkan tentang rencana itu.

"Akan kami perpanjang lagi kontraknya. Mengingat, kasusnyakan bukannya menurun, tapi makin panjang," katanya.

Untuk saat ini, jumlah petugas di Unit Penanganan Khusus Covid-19 sebanyak 37 orang yang terdiri dari dua dokter, perawat dan lainnya.

Dengan jumlah petugas yang ada saat ini dan melihat perkembangan kasus terkonfirmasi positif, imbuh Taufik, maka pihaknya juga berencana melakukan penambahan petugas.

Polres Tabalong Bongkar Prostitusi Online, Tarif Kencan Rp 300 Ribu

Warga Desa Warukin Kabupaten Tabalong Tewas Tersetrum

Petugas yang akan ditambah adalah dari tenaga medis, khususnya perawat dan juga bidan.

"Untuk dokter saya rasa cukup saja, perawat yang perlu ditambah. Perlu 9 sampai 10 perawat," katanya.

Sedangkan untuk bidan, karena saat ini belum ada bidan yang ditugaskan sementara sudah ada kasus untuk ibu hamil, maka kini diperlukan juga adanya bidan.

Disampaikannya juga, untuk saat ini, di Unit Penanganan Khusus Covid-19 Kabupaten Tabalong sudah bisa menampung sekitar 50 orang pasien.

Sensus Penduduk dengan Metode Wawancara Diundur ke September, ini Kata BPS Tabalong

VIDEO Fasilitas Manasik d Islamic Center Tabalong, Jadi Wisata Religi dan Edukasi

Namun apabila rehab selesai dalam satu bulan seperti permintaan bupati, maka kapasitas bisa menampung sampai 110 tempat tidur.

Diketahui, hingga saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 57 orang, dengan rincian, sembuh ada 7 orang, dalam perawatan 46 orang dan meninggal 4 orang.

Untuk 46 orang yang dalam perawatan, terdiri dari 1 orang dirawat di RSUD Brigjen H Hasan Basry Kandangan, 3 orang di RSUD Ulin Banjarmasin, 36 dirawat di Unit Penanganan Khusus Covid-19 Kabupaten Tabalong dan 6 orang dirawat mandiri.

(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved