Ekonomi dan Bisnis

Target Serapan 18.000 Ton Beras Lokal, Bulog Divre Kalsel Hadapi Kendala Ini

Bulog Divre Kalsel targetkan pada 2020 serapan beras lokal capai 18.000 Ton. Realisasi serapan hingga saat ini masih 30 persen atau sekitar 5.400 ton.

Istimewa/Bulog Kalsel
Stok beras di gudang Bulog Kalsel 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perum Bulog Divre Kalimantan Selatan (Kalsel) optimistis mampu menyerap beras dari petani secara optimal pada panen beras lokal pada Juli-Agustus 2020 nanti.

Dijelaskan Kepala Bulog Divre Kalsel Arif Mandu, penyerapan beras lokal secara optimal bisa dilakukan karena pada saat panen tersebut diperkirakannya tidak akan banyak tengkulak yang menyerap beras lokal para petani.

"Biasanya kalau panen beras lokal tidak banyak tengkulak yang membelinya. Nah ini kesempatan Bulog untuk menyerap seoptimal mungkin dari para petani," tuturnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (26/6/2020).

Apabila mampu terserap optimal, dikatakannya akan mudah bagi Bulog Divre Kalsel dalam memenuhi serapan beras pada tahun 2020 di area Kalsel yang ditargetkan mencapai 18.000 Ton.

Ia menambahkan, saat ini kurang lebih sudah terserap hingga 5.400 Ton atau sekitar 30 persen dari target tersebut.

Pelaku Penembakan Kades Jirak Tabalong Dibekuk di Rumah Orangtuanya

Bayi Buangan di Tabalong Dititip di Bidan, Kapolsek Muara Uya Siap Adopsi

Selain Jamur Enoki, Ini Jenis Makanan yang Mengandung Bakteri Listeria monocytogenes

Warga Sungai Jingah Bajarmasin Heboh, Dapati Pesawat Tanpa Awak Jatuh

Diakuinya untuk menyerap beras lokal ada beberapa kesulitan yang dihadapi pihaknya. Salah satunya masalah harga beli dari petani yang biasanya dijual diatas harga pokok pembelian (HPP) yang ditetapkan pemerintah.

"Kalau sesuai HPP hanya bisa membeli beras lokal sebesar Rp 8.300 per kilogram. Kebanyakan tengkulak berani membeli dengan harga yang lebih dari itu, sehingga petani lebih banyak menjual dengan mereka," kata dia.

Kemudian masalah selanjutnya adalah kebanyakan beras lokal yang dijual oleh petani memiliki kadar air sebesar 15-16 persen. Padahal untuk Bulog hanya dapat menerima beras lokal dengan kadar air maksimal sebesar 14 persen.

"Kami membeli beras lokal untuk disimpan sebagai stok di gudang penyimpanan. Sehingga kadar airnya harus 14 persen supaya tahan lama di dalam gudang," tukasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved