Berita Banjarmasin
Sayuran Lokal dan Luar Daerah Turun Harga, Pembeli Ternyata Masih Sepi
Pasca pembatasan sosial berskala besar (PSBB), warung makan serta restoran-restoran yang ada mulai beroperasi kembali.
Penulis: Leni Wulandari | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pasca pembatasan sosial berskala besar (PSBB), warung makan serta restoran-restoran yang ada mulai beroperasi kembali.
Namun, ditemukannya beberapa tempat makan rupanya tidak serta merta membuat peruntungan pedagang sayur di kawasan pasar tersebut pulih kembali.
Hal ini disampaikan oleh beberapa pedagang sayuran di kawasan Pasar Sentra Antasari Jalan P Antasari, kelurahan Kelayan Luar, kecamatan Banjarmasin Tengah pada Rabu (1/7/2020) siang.
• Patroli Dialogis, Ini Sasaran Kapolsek Karang Intan Kabupaten Banjar
Turunnya beberapa jenis sayur di pasaran pun kurang diketahui secara pasti oleh beberapa pedagang yang terpantau di kawasan salah satu pasar induk di kota Banjarmasin tersebut.
Seperti yang diungkapkan oleh Pedangang Sayur di Pasar Sentra Antasari, Timah (49). Menurut keterangan yang disampaikan oleh Timah, beberapa sayuran saat ini sangat turun harga.
Penurunan harga sayuran tersebut seperti pada jenis sayur Bayam yang per ikatnya saat ini dijual seharga Rp 4.000 dalam satu ikatan besar uang yang sebelumnya biasa dijual Rp 15.000.
• VIDEO Berenang Riang di Sungai Kompleks Perumahan Banjarbaru, Kok Bisa?
Saat ditemui di lapaknya, Timah mengatakan stok sayuran saat ini terbilang aman. Namun pembelian sayur pasca PSBB tetap belum normal layaknya penjualan sebelum masa pandemi.
"Sayurannya ramai (banyak). Tapi pembeli sepi. Belum normal," ungkap Timah.
Timah menambahkan, saat bulan Mei pada bulan Ramadhan lalu, meskipun dalam masa PSBB penjualan terbilang lebih ramai dibandingkan penjualan saat ini.
Ramainya penjualan sayur pada bulan Mei tersebut dikarenakan masyarakat tetap mencari keperluan untuk bersantap buka puasa.
Sedangkan menurut pedagang sayuran lain yang menjual sayur-sayur dari luar daerah, Mustafa (35), pun mengungkapkan hal yang sama.
Penurunan beberapa jenis sayuran di lapaknya juga sedang terjadi. Serupa dengan disampaikan Timah sebelumnya.
Dari keterangan Mustafa, penurunan harga beberapa jenis sayuran yang terjadi di lapaknya untuk menarik minat pembeli mengingat pasaran saat ini yang cenderung sepi.
"Setelah PSBB masih sepi, jadi musim-musim seperti ini menyesuaikan harganya," ucap Mustafa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pedagang-gang.jpg)