Berita Tanahlaut
Dua Kecamatan di Tala Dijadikan Sentra Pengembangan Itik, ini Pertimbangannya
Kurau dan Bumimakmur merupakan lumbung beras di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kurau dan Bumimakmur merupakan lumbung beras di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Selain itu, dua wilayah kecamatan ini juga dipersiapkan menjadi sentra telur itik.
Pantauan banjarmasinpost.co.id, topografi dua distrik bertetangga tersebut merupakan lahan rawa.
Selain bercocok tanam padi, sebagian besar warga setempat juga memelihara itik.
Penuturan sejumlah warga setempat, Jumat (3/7/2020), memelihara itik telah menjadi usaha sampingan secara turun temurun.
"Hasilnya lumayan lah, paling tidak bisa untuk uang sangu sekolah anak-anak," ucap Madi, warga Kurau.
Hanya saja menurutnya pengembangan itik yang dilakukan warga dalam kapasitas kecil.
Jumlah itik yang dipelihara umumnya hanya puluhan ekor.
"Kalau yang dipelihara banyak, ya pasti hasilnya besar juga. Tapi kan perlu modal juga," tandasnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala Suharyo mengatakan pihaknya telah menetapkan wilayah Kurau Kurau dan Buminakmur sebagai sentra pengembangan itik.
Pertimbangannya karena karakteristik kewilayahan yang didominasi lahan rawa serta kearifan lokal.
"Sejak dulu warga Kurau dan Bumimakmur memang sudah sangat akrab dengan usaha pemeliharaan itik. Jadi, tinggal dibantu pengembangannya," sebut Suharyo.
Ia meyakini penguatan pengembangan ternak di Kurau dan Bumimakmur mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Pasalnya, harga telur itik lumayan tinggi dan cenderung lebih stabil.
Secara teknis warga Kurau dan Bumimakmur telah terbiasa memelihara sehingga tak ada hambatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ir-suharyokepala-dinas-peternakan-dan-kesehatan-hewan-tala.jpg)