Breaking News:

Wabah Virus Corona

UPDATE Corona Dunia Senin 6 Juli 2020, Terima Bertambah 43.000 Kasus Covid-19, AS Kewalahan

Selama periode 1-4 Juli 2020, ada 15 negara bagian melaporkan kenaikan kasus Covid-19. Pada Sabtu (4/7/2020) kasus Covid-19 di AS bertambah 43.000

Timothy A. Clary/AFP
Pekerja menggunakan APD di pusat pengujian virus corona drive-through pertama di negara bagian New York Amerika pada 13 Maret 2020. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON - Melonjaknya kasus Covid-19 di 39 negara bagian di Amerika Serikat setelah libur peringatan Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli membuat para pakar kesehatan di negara itu khawatir.

Akibat lonjakan ini, rumah sakit-rumah sakit kewalahan menerima pasien Covid-19.

Berbagai kota di AS telah membatalkan pertunjukan kembang api tahunan untuk mencegah kerumunan.

Namun, banyak warga AS yang kemudian merayakan hari kemerdekaan di jalan-jalan dan halaman belakang rumah mereka dengan meluncurkan roket air dan menyalakan lilin.

UPDATE Corona Surabaya dan Jatim 6 Juli 2020: Positif Covid-19 jadi 13.997 dan Sembuh 4.993

UPDATE Corona Dunia 6 Juli: 11,5 Juta Orang Positif Covid-19, India Miliki Kasus Harian Tertinggi

Selama periode 1-4 Juli 2020, ada 15 negara bagian yang melaporkan kenaikan kasus Covid-19. Pada Sabtu (4/7/2020) saja, misalnya, kasus Covid-19 di AS bertambah 43.000. Hal ini menambah semakin banyak jumlah total kasus Covid-19 di AS yang sekarang sudah hampir mencapai tiga juta kasus dan mengakibatkan sekitar 130.000 orang meninggal.

Di Florida, dalam empat hari terakhir kasus Covid-19 meningkat rata-rata lebih dari 10.000 kasus per hari. Pada hari Minggu (5/7/2020) saja, Florida melaporkan 10.059 kasus baru. Jumlah kasus baru harian ini lebih banyak dibandingkan kasus harian yang dilaporkan negara Eropa selama wabah.

Kenaikan kasus juga terjadi di Arizona, California, dan Texas. Di negara-negara bagian wilayah Midwest, seperti Iowa, Ohio, dan Michigan, penambahan kasus sempat turun, tetapi kini cenderung meningkat kembali.

Di Phoenix, Arizona, warga berunjuk rasa menentang pembatasan untuk mengendalikan Covid-19 tanpa menggunakan masker atau menjaga jarak fisik. Banyak di antara mereka mengenakan pakaian merah, putih, biru sambil meneriakkan, ”Kapitalisme masuk akal. Sosialisme tidak. Ayo Trump 2020.”

”Kami membuka terlalu cepat di Arizona,” kata Wali Kota Phoenix Kate Gallego, kepada ABC. Menurut Gallego, Phoenix berada dalam ”krisis terkait pemeriksaan”. Saat mengikuti tes Covid-19 melalui fasilitas drive-thru, warga setempat mengantre hingga delapan jam di dalam mobil mereka untuk mengetahui, apakah mereka terinfeksi virus korona atau tidak.

Jumlah pasien melonjak

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved