Aneka Kue Tradisional Banjar
Kue Modern Menyerbu Pasaran, Pais Pisang Khas Banjar Tetap Disuka
penganan khas Banjar seperti Pais Pisang masih banyak penggemar di masyarakat dan dijual di Pasar Tradisional.
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekarang ini kue modern cukup banyak dijual di retail, mal, dari pizza asal Italia serta masakan Jepang.
Walau pun demikian penganan khas Banjar seperti Pais Pisang masih banyak penggemar di masyarakat dan dijual di Pasar Tradisional.
"Saya bejualan Pais Pisang sejak 15 tahun lalu hingga sekarang. Orang yang memesan pun masih banyak, buat acara maupun oleh-oleh dibawa ke Jawa," papar Murniah.
• Konon Resep Bingka Berasal dari Putri Junjung Buih yang Khusus Membuat untuk Kaum Bangsawan
Dijelaskan dia, yang membeli di tempatnya tak hanya masyarakat biasa, juga isteri mantan gubernur Kalsel.
"Dulu isteri mantan gubernur Kalsel, Sjachriel Darham sering memesan dan langganan tetap beli pais pisang," ucapnya.
Dijelaskan Inah, panggilan akrabnya, selain pais pisang, dia juga ada membikin pais waluh (labu).
Ada pun bahan membikin pais, lanjut dia, tepung beras, tepung terigu, gula pasir, kelapa parut dan pisang talas serta daun pisang.
"Untuk bahan pais waluh sama saja, cuma beda di waluh sebagai bahan dasarnya," tandas Inah.
Pais pisang, merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kalsel yang ada sejak zaman kesultanan Banjar berdiri.
Masuk dalam jajaran kue 41 macam.
Kuliner turun temurun yang mudah diolah ini mampu memberikan cita rasa yang sangat manis, bukan hanya terbuat dari tepung terigu serta ditambah irisan pisang dan gula di dalamnya, akan tetapi, balutan daun pisang tersebut lah yang membuat aroma kue ini menjadi harum dan disukai oleh semua umur.
(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pais-pisang-1.jpg)