Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

Tiga Ibu Hamil di Banjarmasin Meninggal Berstatus Reaktif, Kadinkes Tunggu Hasil Swab

Tiga Ibu Hamil di Banjarmasin yang sebelumnya diketahui berstatus reaktif meninggal

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Juru bicara GTPP Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalsel, Machli Riyadi mengungkap tiga ibu hamil berstatus reaktif meninggal. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jumlah ibu hamil yang diduga terpapar Covid-19 di Kota Banjarmasin sepertinya kembali meningkat.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Banjarmasin sudah melakukan rapid test terhadap 4.000 dari total 13.707 ibu hamil

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinkes Banjarmasin pada Kamis (9/7/2020) tercatat ada sekitar 37 yang hasil rapid test nya reaktif. Dan diketahui sebagian besar atau sekitar 25 orang sudah melahirkan.

Dan pada hari ini Jumat (10/7/2020) data ini kembali meningkat, bahkan diketahui juga ada yang sudah meninggal.

Empat Ribu Ibu Hamil di Banjarmasin Dirapid Test, 37 Diantaranya Reaktif

Dicabuli Dua Staf dan Kades di Katingan, Korban yang Masih di Bawah Umur Hamil Lima Bulan

VIRAL, Kejadian Langka Ibu Hamil Meninggal Tak Dikubur, Hari ke-10 Bayi Lahir di Dalam Peti Mati

Hal ini pun disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes Banjarmasin, yakni Machli Riyadi kepada wartawan.

"Kemarin ada bertambah satu sehingga menjadi 38 orang, dan sekarang totalnya sudah ada 45 orang yang reaktif. Dan tiga orang yang hamil juga ada yang meninggal dengan status reaktif," ujarnya.

Mereka yang tercatat berstatus reaktif ini pun selanjutnya menjalani test swab untuk mengetahui secara pasti apakah memang positif Covid-19 atau sebaliknya.

Dan terkait hal ini, Machli pun menerangkan masih belum keluar hasilnya sehingga belum ada yang diketahui terkonfirmasi positif dan tidak.

"Belum, kita masih menunggu hasil swab. Yang jelas statusnya reaktif," katanya.

Disinggung mengenai penanganan terhadap pasien berupa ibu hamil yang terpapar Covid-19, secara umum Machli pun menerangkan tidaklah terlalu berbeda dengan pasien biasanya.

"Mungkin sama saja, tapi spesifiknya, karena ibu hamil maka ada dua nyawa yang harus diselamatkan dan mau tidak mau tim dokter harus bekerja ekstra," jelasnya.

Suami Langsung Peluk Istri yang Hamil saat Dikepung Begal Bersenjata Api, Pulang Jalan Kaki 1 Km

Machli juga tak lupa mengingatkan bahwa pihaknya juga memprogramkan melakukan rapid tes kepada ibu hamil khususnya lagi yang akan segera menjalani proses persalinan.

"Kami sudah membagikan rapid test ke 26 Puskesmas di Kota Banjarmasin. Jadi sebelum melahirkan, ibu hamil akan dilakukan rapid test dan ini ditanggung atau gratis," tutupnya.(banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved