Selebrita
Curahan Hati Yati Surachman, Minta Honor Artis Senior Lebih Layak
Tapi kini seiring banyaknya pendatang baru, artis senior seperti Yati Surachman pun kalah bersaing. Tak hanya soal job yang didapat, tapi juga honor
BANJARMASINPOST.CO.ID - Aktris senior seperti Yati Surachman pernah mengalami zaman keemasan di era tahun 70 dan 80-an.
Tapi kini seiring banyaknya pendatang baru, artis senior seperti Yati Surachman pun kalah bersaing. Tak hanya soal job yang didapat, tapi juga honor yang diterima.
Yati Surachman pun mencurahkan isi hatinya. Dia mengaku sedih lantaran nasib artis senior saat ini yang dinilainya mengenaskan.
• Terlalu Vulgar, Backstreet Rookie Disebut Drakor dengan Keluhan Terbesar Sepanjang Masa
• Bukan Suara Merdu, Dita Karang Curi Perhatian Lantaran Tulisan Tangan Bak Font Komputer
Aktris senior Yati Surachman memiliki pesan untuk para produser film zaman sekarang.
Yati berpesan agar para artis senior mendapatkan honor yang layak.
"Cuma ya itu, kembali kepada beberapa yang disebut produser pelaksananya, ya tolong kami juga bukan kepengin harga yang wah, yang selayaknya aja," ujar Yati Surachman dalam kanal YouTube TRANS7 OFFICIAL, dikutip Sabtu (11/7/2020).
Kepada Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Yati Surachman berkata sangat menyayangkan kondisi industri film di Indonesia.
Yati Surachman yang mewakili para pemain film senior merasa kurang dihargai.
"Ya memang kita sangat sayangkan di Indonesia itu pemain-pemain yang sudah lama justru kurang dihargai, justru honornya malah diinjak-injak, malah ada kesan mereka bilang 'masih untung dikasih kerjaan', gitu," ungkap Yati Surachman.
Pemeran film Satu Suro itu mencontohkan jika rumah produksi menggunakan pemain baru dibandingkan artis senior.
• Suara Via Vallen Saat Kerjai Ibunya Jadi Sorotan, Sang Pedangdut Tertawakan Hal Ini
"Kalau kita pakai pemain baru untuk satu scene itu pasti produksi berhari-hari. Tapi kalau kita yang sudah legend, mungkin cuma sekian jam. Jadi secara biaya produksi juga akan mengecilkan," ujar Yati Surachman.
"Kalau saya sih pertama kali layar lebar dibayar Rp 150.000. Cuma yang paliing tinggi ya hampir Rp 100 juta (main) satu film," tambah Yati.
Perempuan kelahiran Yogyakarta, 8 Agustus 1957 itu pertama kali bermain film pada 1975 yang berjudul Inem Pelayan Seksi.
Namanya melambung sejak film Perawan Desa. Aktingnya dalam film garapan Franky Rorimpandey diakui dengan penghargaan Best Actress (Aktris Terbaik) di Festival Film Asia Pasific pada 1980.
Dalam film yang diangkat dari kisah nyata itu, Yati berperan sebagai Sum Kuning.
• Mantan Taqy Malik Segera Menikah Lagi? Salmafina Sunan Sambangi Butik dan Pamer Foto Bule Ganteng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/yati-surachman-02.jpg)