Berita Tanahlaut
Banjir di Pelaihari, Mesin Pentol Sabar Pun Tenggelam
Banjir menerjang Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, membuat warga kesulitan karena rumah dan harta bendanya banyak yang terendam.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Banjir yang melanda sejumlah tempat di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), menyisakan beragam cerita pilu.
Banyak dari warga yang tak sempat mengevakuasi harta bendanya. Apalagi bagi mereka yang memiliki perabot bersifat statis seperti alat mesin pengolahan makanan yang terpasang permanen.
Ini seperti yang dialami Sabar. Warga Pintu Air ini hanya bisa pasrah saat air sungai meluap dan memasuki tempat penggilingan daging pentol miliknya. Beberapa mesin pengolah pentolnya tenggelam.
“Tempat pengolahan pentol saya pada Sabtu siang tinggal terlihat atap. Otomatis semua alat mesin saya tenggelam,” tuturnya, Minggu (12/7/2020) siang.
Bangunan tempat pengolahan pentol milik lelaki berambut gondrong itu memang berada di kawasan rendah dan berdekatan dengan sungai di Pintu Air. Beruntung menjelang Sabtu (11/7/2020) sore, air mulai surut.
“Setelah waktu isya atau sekitar pukul 22.00 Wita sudah hilang banjirnya. Tapi, namanya mesin tenggelam selama beberapa jam, ya pasti rusak,” paparnya.
• Air Sungai di Asamasam Kabupaten Tala Meluap, 239 Rumah Terendam
• Lalu Lintas Bajingah ke Pelaihari Lancar, Begini Penampakan Jembatan Daruratnya
• Pengungsi Penuhi SMPN 4 Satui, Tanahbumbu dan Kotabaru Juga Kebanjiran
• Dua Balita Masih Dirawat di Fasyansus Pelaihari dan Tinggal Nunggu Hasil Tes Ini
• Perembee-Pemkab Tala Beselisih Paham, Begini Saran Petinggi DPRD Tala
Malam itu juga dia langsung memperbaikinya. “Satu dari tiga mesin sudah selesai saya perbaiki dan alhamdulillah masih bisa hidup. Pagi tadi sudah saya gunakan lagi untuk menggiling daging untuk pentol,” jelasnya.
Setelah itu ia membersihkan lantai yang diselubungi lumpur. Secara manual ia membersihkan lumpur tersebut dan menjelang siang tempat penggilingan daging pentol miliknya telah bersih.
Banjir yang melanda beberapa daerah di Tala membuat jajaran Polda Kalsel dan Polres Tala langsung turun membantu warga.
Ratusan personel gabungan dari Polda Kalsel, Polres Tanah Laut (Tala), TNI, dan BPBD pun melaksanakan bakti sosial, Minggu pagi.
Kapolda Irjen Nico Afinta, melalui Kabid Humas Kombes M Rifa’i, Minggu (12/7/2020) sore, mengatakan bakti sosial berupa bantuan medis, keperluan bahan pokok, dapur umum serta mengevaluasi korban banjir.
Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi juga turun langsung ke lapangan. Dia menyerahkan bantuan sembako kepada warga.
Kalangan relawan juga turun tangan, seperti Relawan Tala Tanggap Covid-19 (RTTC). “Kami bersama Kombes (Komunitas Bersepeda Sehat) juga mendirikan dapur umum di Lokbaru RT 8, Matah dan di Pintu Air,” sebut Ketua RTTC M Noor didampingi Ketua Harian RTTC H Amperansyah.
Dikatakannya, pihaknya menyalurkan bantuan berupa sembako. Selain itu juga makanan siap saji berupa nasi goreng bungkus yang mulai diisalurkan sejak Sabtu malam ke beberapa tempat (permukiman) yang terpapar banjir di Pelaihari.
(Banjarmasinpost.co.id/Roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kawasan-sawahan-di-kota-pelaihari-kabupaten-tala-kalsel-sabtu-1172020-sore.jpg)