Breaking News

Kue Khas Kalsel Hingga Mitosnya

Kue Khas Kalsel, Resep dari Zaman Kesultanan Banjar

Menurut akademisi ULM sekaligus pengamat sejarah dan budaya Banjar, wadai atau kue-kue tersebut memiliki sejarah yang panjang.

Tayang:
Penulis: Leni Wulandari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/LENI WULANDARI
Kue khas yang dijual di pedagang di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Senin (13/7/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebagai suku yang paling dominan, penggunaan bahasa Banjar merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ).

Sehingga, penamaan aneka olahannya pun menyesuaikan dengan kultur bahasa yang ada.

Begitu pun penamaan untuk aneka olahan kuenya. Dalam bahasa Banjar, kue dinamakan juga 'wadai'. Umumnya, kata ini digunakan untuk aneka jenis olahan kue manis.

Istilah penamaan Wadai 41 dikenal karena merupakan wadai/kue khas dari seluruh daerah di wilayah Kalimantan Selatan.

Ragam Makanan Khas Suku Banjar Kalsel

VIDEO Bermacam-macam Kue Khas Banjar Bisa Ditemukan di Pasar Ahad

Virus dan Kenaikan Barang Bikin Omset Perajin Kue Khas di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Jadi Menurun

Menurut akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sekaligus pengamat sejarah dan budaya Banjar, Mansyur, wadai atau kue-kue tersebut memiliki sejarah yang panjang.

Mulai dari resep olahan turun temurun sejak zaman Kesultanan Banjar pada abad ke 16, hingga saat ini mengalami wadai Banjar memang mengalami perkembangan dalam proses pengolahannya.

(Banjarmasinpost.co.id/Leniwulandari)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved