Kue Khas Kalsel Hingga Mitosnya
Kue Khas Kalsel, Resep dari Zaman Kesultanan Banjar
Menurut akademisi ULM sekaligus pengamat sejarah dan budaya Banjar, wadai atau kue-kue tersebut memiliki sejarah yang panjang.
Penulis: Leni Wulandari | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebagai suku yang paling dominan, penggunaan bahasa Banjar merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ).
Sehingga, penamaan aneka olahannya pun menyesuaikan dengan kultur bahasa yang ada.
Begitu pun penamaan untuk aneka olahan kuenya. Dalam bahasa Banjar, kue dinamakan juga 'wadai'. Umumnya, kata ini digunakan untuk aneka jenis olahan kue manis.
Istilah penamaan Wadai 41 dikenal karena merupakan wadai/kue khas dari seluruh daerah di wilayah Kalimantan Selatan.
• Ragam Makanan Khas Suku Banjar Kalsel
• VIDEO Bermacam-macam Kue Khas Banjar Bisa Ditemukan di Pasar Ahad
• Virus dan Kenaikan Barang Bikin Omset Perajin Kue Khas di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Jadi Menurun
Menurut akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sekaligus pengamat sejarah dan budaya Banjar, Mansyur, wadai atau kue-kue tersebut memiliki sejarah yang panjang.
Mulai dari resep olahan turun temurun sejak zaman Kesultanan Banjar pada abad ke 16, hingga saat ini mengalami wadai Banjar memang mengalami perkembangan dalam proses pengolahannya.
(Banjarmasinpost.co.id/Leniwulandari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kue-khas-yang-dijual-di-pedagang-di-kota-banjarmasin-kalsel-senin-1372020.jpg)