Breaking News:

Berita Batola

UMB Gelar Wisuda Secara Daring, 75 Orang Raih Predikat Cum Laude

Rapat senat terbuka Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) dalam rangka wisuda dan angkat sumpah daring program studi magister keperawatan

Penulis: Budi Arif Rahman Hakim | Editor: Edi Nugroho
Foto Humas UMB untuk Banjarmasin Postgroup
WISUDA- Rapat senat terbuka Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) dalam rangka wisuda dan angkat sumpah daring program studi magister keperawatan, S1 Keperawatan dan Profesi Ners tahun akademik 2019/2020, Kamis (16//7/2020). 

Editor: Edi Nugroho

Banjarmasinpost.co.id, Marabahan- Meski tak bisa melaksanakan secara langsung dan hanya dihadiri oleh sejumlah
perwakilan mahasiswa yang diwisuda, namun rapat senat terbuka Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) dalam rangka wisuda dan angkat sumpah daring program studi magister keperawatan, S1 Keperawatan dan Profesi Ners tahun akademik 2019/2020, Kamis (16//7/2020) berlangsumg haru dan penuh makna.

Para lulusan tersebut yang diwisuda secara darin tersebu terdiri atas 15 orang magister keperawatan, 83 orang profesi ners, serta 85 orang sarjana keperawatan.

Total lulusan yang mengikuti wisuda dan angkat sumpah pada hari ini adalah sejumlah 183 orang, dengan 75 orang di antaranya berhasil meraih predikat cum laude.

Dalam wisuda ratusan mahasiswa yang berlangsung secara virtual tersebut, Prof Dr H Ahmad Khairuddin, M.Ag Rektor UMB, menyatakan salah satu bentuk respon terhadap kondisi pandemi covid-19, maka dengan menyelenggarakan orkestrasi pendidikan tinggi melalui kanal-kanal virtual dan perkuliahan dalam jaringan daring sehingga bukan sesuatu yang asing lagi.

“Kelas-kelas workhop dan seminar online menjadi titik tertinggi dalam popularitas dalam kalangan akademisi,” katanya.

Menurutnya, badai pandemi covid-19 yang menghamtam keras penduduk dunia sejak akhir 2019
seakan menjadi menjadi penanda kalender baru dalam tatatan dunia yang telah terudeksi.

Pembagian Bansos Tunai Di Martapura Timur Dilakukan Bertahap

Dimana, semua akan akan menjadi penduduk dunia di tahun pertama dalam masa Corona.

“Mungkin dunia tak akan sama lagi setelah pandemi Corona ini. Hari ini kita sampai pada titik yakni dunia telah mengalami perubahan,” katanya.

Dipaparkan rektor UMB, seharusnya semua pihak telah mencapai titik penerimaan (acceptance) bahwa dunia telah mengalami perubahan.

Masa-masa penolakan (denial), kemarahan (anger), tawar-menawar (bargaining) dan depresi (depression) harus segera ditinggalkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved