Jejak Penjajah di Bumi Tuntung Pandang

Keturunan Jepang Pernah Datang ke Tala, Diduga Hendak Lacak Harta Karun

Di lokasi jejak-jejak penjajah di negeri ini sejak dulu memang ditengarai menyimpan benda atau barang berharga.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
ISMAIL FAHMI UNTUK BPOST GROUP
Bunker peninggalan Jepang di Desa Sungaibakar berada di lereng bukit yang curam. Juga mesti menyusuri sungai. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Di lokasi jejak-jejak penjajah di negeri ini sejak dulu memang ditengarai menyimpan benda atau barang berharga.

Pelacakan harta karun bahkan kerap dilakukan segelintir orang.

Begitu halnya di Desa Sungaibakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), dulu juga pernah ada upaya pencarian harta karun peninggalan penjahah Jepang.

Maklum di desa setempat pernah ada aktivitas tentara Jepang.

Bunker Era Penjajahan Berdekatan Gua Legendaris yang Sarat Aura Klenik

Usianya 78 Tahun, Dua Bunker di Tanahlaut ini Masih Kokoh, Begini Penampakannya

Pos Pantau Romusha di Tala yang Dipaksa Mengeruk Harta Alam Mahal ini

Bunker di Tala Berada di Lereng Bukit Curam, Menujunya Mesti Susuri Jalur Begini

Warga Pernah Menemukan Benda-benda ini di Depan Bunker Buatan Jepang di Tala

Apalagi di desa berjarak sekitar delapan kilometer dari Kota Pelaihari (ibu kota Kabupaten Tala) itu ada bunker peninggalan tentara Jepang pada masa penjajahan pada tahun 1942 silam.

Ada dua unit bunker yang kondisinya masih cukup kokoh dan kuat.

"Kalau tak keliru sekitar tahun 2007 lalu beberapa warga di kampung kami pernah mencari harta karun Jepang di sekitar bunker itu. Tapi tidak membuahkan hasil karena kabarnya kurang sarat," tutur Didiyani, warga Sungaibakar, JUmat (17/7/2020).

Ia menuturkan sebagian warga di kampungnya meyakini ada harta karun peninggalan tentara Jepang di sekitar bunker atau di sekitar bekas area penambangan bijih besi setempat.

Keyakinan itu bukan tanpa dasar.

Ihwalnya dikarenakan sekitar tahun 1975 pernah ada beberapa orang dari Jepang yang datang ke Sungaibakar.

"Saat itu mereka menemui orangtua saya, menanyakan tentang letak bunker. Mereka membawa alat, lalu melakukan semacam menencari titik koordinat. Nah itulah yang kemudian oleh sebagan warga diyakini mereka sedang berupaya mencari harta karun," bebernya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved