Kalselpedia
Kopiah Jangang, Peci Tradisonal Bernilai Seni Tinggi Khas Kalimantan Selatan
Kopiah jangang adalah kopiah atau peci khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari akar pohon jangang.
Penulis: Danti Ayu Sekarini | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARMASIN - Kopiah jangang adalah kopiah atau peci khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari akar pohon jangang.
Tumbuhan jangang sendiri merupakan tumbuhan liar yang biasa ditemui tumbuh di berbagai hutan belantara di daerah Kalimantan.
Kopiah ini tergolong unik lantaran bentuknya yang tak biasa dimana dibuat dengan cara menganyam beberapa helai akar jangang hingga menyerupai bentuk peci pada umumnya.
Dibuat dengan cara dianyam, kopiah jangang memiliki struktur berongga sehingga membedakannya dengan jenis peci - peci lainnnya.
• Sopir Ini Simpan 2 Ons Sabu di Bawah Meja, Digiring ke Polda Kalsel
Mempertahankan warna asli dari akar jangang juga merupakan ciri khas tersendiri dari kopiah ini.
Sering terjadi perbedaan warna pada akar yang digunakan, pengrajin kopiah jangang biasanya akan merendam kopiah setelah dianyam selama kurang lebih 10-15 menit dalam air yang sudah dicampuri parutan kayu uwar agar warnanya merata.
Pembuatan kopiah jangang dilakukan dengan cara menganyam akar - akar yang telah menyerupai helaian benang dengan pola - pola khusus secara tradisional dengan menngunakan tangan.
• Catherine Wilson Minta 2 Menu Ini Saat Dibesuk, Mental Keket Terpukul Kini Pilih Fokus Ibadah
Ada beberapa pola yang biasa dibentuk pada kpiah jangang diantaranya gelombang, bunga teratai dan hati.
Sebelum dianyam, akar - akar yang baru diambil akan dikupas untuk membuang kulit luarnya, sementara yang biasa digunakan untuk membuat anyaman kopiah jangan adalah kulit lapisan kedua dan kulit lapisan ketiga tumbuhan jangang.
Kopiah yang terbuat dari lapisan kulit kedua akan terasa lebih keras, tebal, dan lubangnya lebih besar dibanding dengan kopiah berbahan lapisan kulit ketiga atau biasa disebut hati jangang.
Kopiah yang berbahan hati jangang akan lebih halus dan lembut di mana bentuk anyamannya akan tampak lebih rapi, rapat, dan lubangnya lebih kecil.
• Pilkades di Kabupaten Banjar Diundur Hingga 2021, Ini Alasannya
AKibat pembuatannya yang rumit dan memakan waktu kopiah jangan di jual dengan harga berfariatif dari yang terjangkau hingga cukup mahal.
Untuk yang berbahan dasar lapisan kulit kedua dibandrol mulai pulahan ribu rupiah sementara yang berbahan hati jangan dijual dengan harga ratusan ribu rupiah.
Para pengrajin kopiah jangang banyak ditemui di daerah Desa Margasari, Rantau, Kabupaten Tapin sehingga sering dijadikan cinderamata khas daerah tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu Sekarini)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kopiah-jangan-ngan.jpg)