Idul Adha 2020
Jadwal dan Bacaan Niat Puasa Tarwiyah & Arafah, Ibadah Jelang Hari Raya Idul Adha 2020
Umat Islam dianjurkan melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah sebelum hari raya Idul Adha 2020 atau Idul Adha 1441 Hijriah.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Umat Islam dianjurkan melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah sebelum hari raya Idul Adha 2020 atau Idul Adha 1441 Hijriah.
Diketahui Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah dianjurkan dikerjakan menjelang Idul Adha. Nah, simak bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Niat Puasa Tarwiyah dan Niat Puasa Aaraf di artikel ini.
Puasa Dzulhijjah dikerjakan 7 hari sebelum Idul Adha.
Kemudian, dilanjutkan puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.
• Kumpulan Ucapan Selamat Idul Adha 1441 H, Contoh Kata Mutiara Sambut Hari Raya Kurban 2020
Anjuran untuk berpuasa sebelum hari raya Kurban ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalam hadis tersebut, padahal puasa Arafah dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun.
Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id, berikut hadis Nabi yang menjelaskan puasa Dzulhijjah dan puasa Arafah:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ ... ... ... عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ...[رواه مسلم وأحمد].
"Dari Abu Qatadah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw ditanya tentang puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: [Puasa hari Arafah itu] menghapus dosa-dosa satu tahun lalu dan satu tahun tersisa …" [HR. Muslim dan Ahmad].
عَنْ هُنَيْدَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنِ امْرَأَتِهِ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ [رواه أبو داود وأحمد والبيهقي].
"Dari Hunaidah Ibn Khalid, dari istrinya, dari salah seorang istri Nabi saw [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Adalah Rasulullah saw melakukan puasa pada sembilan hari bulan Zulhijah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan [HR Abu Dawud, Ahmad, dan al-Baihaqi].
Beda Pendapat soal Puasa 7 Hari Dzulhijjah
Sementara, Hasbullah Agus Sumarno, Penyuluh Agama Islam non PNS Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta mengatakan, puasa Dzulhijjah selama 7 hari sebagai bagian mengingat perjalanan Nabi Ibrahim sebelum mendapat perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail.
"Di kalangan ulama memang ada beda pendapat soal puasa 7 hari ini, ada yang boleh, ada yang tidak boleh, ada yang dua hari saja. Yang jelas puasa tanggal 1-7 itu bentuk i'tibaq Rosul, menghargai dan menghormati jerih payah beliau (Nabi Ibrahim,-Red) dalam perjuangannya ingin memiliki anak, ingin punya anak sampai diperintahkan untuk disembelih tadi."
"Ulama-ulama sekarang ada yang menginginkan puasa itu dikerjakan, ada yang tidak. Kita kembalikan kepada kaum muslimin, apakah berpuasa tanggal 1-9, atau hanya tanggal 8-9. Artinya yang 7 hari tadi ditiadakan karena hadistnya memang agak lemah," ujar dia kepada Tribunnews.com, Kamis (24/7/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/niat-puasa-arafah-jelang-idul-adha-2019.jpg)