Kalimantan Selatan Tempo Doeloe
Begini Cara Penjajah Negeri Matahari Terbit Menipponisasikan Banjarmasin
Di Banjarmasin, perubahan nama jalan diresmikan melalui sebuah upacara oleh pemerintah militer Jepang.
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jepang sempat menjajah Indonesia sejak tahun 1942-1945, termasuk wilayah Kalimantan Selatan.
Menurut Wajidi, peneliti bidang sejarah dan arkeologi di badan penelitian dan pengembangan daerah (Balitbangda) Kalsel, tidak lama setelah tentara Jepang menduduki Borneo Selatan, negara Matahari Terbit ini melakukan politik Nipponisasi atau men-Jepang-kan bangsa Indonesia di berbagai bidang kehidupan dari anak-anak sampai kepada orang dewasa.
Di Banjarmasin, perubahan nama jalan diresmikan melalui sebuah upacara oleh pemerintah militer Jepang.
• Sejak Abad ke-17, Urang Banjar Mulai Menunaikan Ibadah Haji
• Di Sini Tempat Pendulangan Intan Tertua di Kalsel
Berdasarkan berita Surat kabar Kalimantan Raya No. 28 tanggal 8 April 1942 bertajuk “Perobahan nama-nama djalanan
Nipponisasi yang didukung oleh dominasi, mobilisasi, dan kontrol yang dilakukan tentara pendudukan Jepang, mengakibatkan berbagai pranata (institution) masyarakat yang berkaitan dengan politik dan pemerintahan, sosial budaya dan kemasyarakatan, pendidikan, ekonomi dan perdagangan, serta kehidupan pers mengalami perubahan yang drastis.
Dengan adanya nipponisasi, semua perkumpulan politik dan agama dilarang.
Sebagai gantinya, dibentuk organisasi ala Jepang yang pergerakannya meluas sampai ke desa-desa.
Berbagai fasilitas seperti jalan, bioskop, badan usaha, dan sejenisnya diganti dengan nama-nama Jepang.
(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/politik-nipponisasi-atau-men-jepang-kan-bangsa-indonesia.jpg)