Berita Banjarmasin
Kasus Narkoba Kelas Kakap Diungkap, Begini Kata Dewan Kalsel
Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Kalsel mengapresiasi aparat kepolisian yang kembali berhasil mengungkap kejahatan narkoba kelas
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Kalsel mengapresiasi aparat kepolisian yang kembali berhasil mengungkap kejahatan narkoba kelas kakap di Kalsel awal Bulan Agustus 2020.
Dimana pada pengungkapan tersebut didapati barang bukti ratusan kilogram sabu.
• Pasar Apam dan Pakasam HST Bakal Ditata, Ini Tujuannya
Anggota Komisi I DPRD, Siti Noortita Ayu menyatakan tidak bisa membayangkan jika ratusan kilogram narkotika tersebut berhasil lolos dan dipasarkan kepada masyarakat Kalsel.
"Kami pribadi sangat mengapresiasi, karena sebagai seorang ibu sangat mengkhawatirkan kalau itu sampai tersebar dan dijual ke masyarakat apalagi generasi muda kita," kata Siti, Jumat (7/8/2020).
Ditambahkan Anggota Komisi I lainnya, Fahrani meski patut diapresiasi, namun pengungkapan tersebut juga menjadi peringatan bagi Kalsel.
• Update Covid-19 Kalsel : 87 Pasien Corona Sembuh, Terbanyak dari Karantina Balangan 20 orang
"Artinya Kalsel saat ini menjadi pangsa pasar menjanjikan bagi para bandar besar," kata Politisi PDIP ini.
Ia meyakini masih banyak celah yang berpotensi dijadikan pintu masuk para pebisnis barang haram ini untuk merusak generasi muda Kalsel.
Karena itu, Ia meminta kepada para aparat keamanan baik Polri, TNI dan BNN untuk terus sigap melakukan pelacakan agar dapat mendeteksi masuknya barang haram tersebut ke Kalsel.
• Emosi Dul Jaelani Meledak Saat Diminta Pilih Amanda Caesa atau Taira Idol, Sebut Bukan Barang
Ia juga meminta aparat keamanan juga tak hanya fokus pada kasus kakap melainkan tetap fokus juga pada potensi kasus-kasus penyelundupan narkoba yang kecil yang dinilainya tak kalah berbahaya terhadap masyarakat Kalsel.
"Yang kita takutkan masuk sampai ke desa desa apalagi di tengah ekonomi sulit ternyata ada tangkapan begitu besar. Ini menambah beban kita semua bahwa masih banyak yang perlu dilakukan," lanjutnya.
Aspek edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba menurutnya terus menjadi hal krusial sebagai tameng utama bagi para generasi muda terhadap ancaman narkoba. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/fahrani-ni-ni.jpg)