Berita Banjarmasin
ULM dan SBI Kalsel Teken Perpanjangan MoU Konservasi Bekantan dan Lahan Basah
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Yayasan Sahabat Bekatan Indonesia (SBI) Kalimantan Selatan kembali perpanjang kerja samanya.
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Keberadaan Yayasan Sahabat Bekatan Indonesia (SBI) Kalimantan Selatan menjadi mitra bagi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam upaya penyelamatan lingkungan dan satwanya.
Tak heran Perpanjangan MoU antara SBI dan ULM selama lima tahun, kerja sama dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengembangan stasiun Riset Bekantan dengan penyerahan alat Laboratorium kepada pengelola Laboratorium Riset Bekantan oleh Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi MSi MSc.
"Yayasan SBI merupakan bagian tak terpisahkan dari ULM. Visi kita. Visi kita, ULM adalah menjadi perguruan tinggi yang terkemuka dan memiliki daya saing lahan basah," papar Sutarto.
• 35 Orang Pasien Covid-19 Kalteng Sembuh, Gubernur Minta Warga Taati Protokol Kesehatan
• Ganja Seberat 241,1 Gram Gagal Beredar di Martapura
• Berikut Pemenang Covfight Photo and Short Movie Competition, Kaum Milenial Diharap Terus Berkarya
Bekantan hidup di lahan basah. Bila menyelamatkan Bekantan, berarti harus menyelamatkan lingkungan tempat hidupnya dimana pakan ada di sana, sehingga upaya-upaya konservasi mangrove dan kegiatan konservasi lainnya sangat penting tidak hanya bekantan juga kehidupan dimasa depan.
"Jadi programnya semua dirancang bersama-sama oleh ULM dengan SBI. Dan bagi kita ULM sendiri ini tentunya merupakan berkah, saya menganggap sebagai berkah keberadaan bu Amalia bersama SBI itu. Berkah bagi kita karena kita ingin menjadi pusat unggulan dalam lingkungan lahan basah di Asia Pasifik. Dan itu sangat didukung oleh program-program yang dilaksanakan SBI," tandas Sutarto.
Pada kesempatan itu Rektor ULM yang juga selalu pembina SBI menyerahkan secara simbolis peralatan laboratorium berupa sebuah microskop elektronik kepada pengelola laboratorium riset bekantan milik SBI.
Hadir di acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan F Moris Wungubelen selaku Integrated Terminal Manager Banjarmasin PT Pertamina Banjarmasin dan Zulfa Asma Vikra, SH, MH sebagai anggota DPRD.
Terpisah Amalia Rezeki selaku ketua SBI, Jumat (14/8/2020) mengatakan, penandatanganan ini merupakan perpanjangan dari kerja sama yang telah dijalin sejak 2015 antara SBI dan ULM.
“Selama 5 tahun ini sudah banyak yang telah kami lakukan bersama dengan ULM, seperti pendirian Stasiun Riset Bekantan dan Ekosistem Lahan Basah dikawasan Pulau Curiak - Barito Kuala yang menjadi role model pengelolaan stasiun riset dan perlindungan bekantan diluar kawasan konservasi yang merupakan satu-satunya didunia, jelas dosen muda berprestasi di ULM.
Lebih lanjut, Amel panggilan akrabnya menambahkan telah menghasilkan 23 karya ilmiah penelitian tentang bekantan dan lahan basah, serta sebuah buku yang berjudul Studi Biologi Bekantan, yang merupakan kumpulan penelitian bekantan. Sebagai hasil dari perjanjian kerjasama SBI dengan ULM.
Termasuk kegiatan summer course dan internship yang setiap tahun pihaknya mendatangkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari mancanegara.
“Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari ULM dan sebagai bentuk syukur serta terimakasih itu, saya abdikan diri saya secara optimal bagi kemajuan ULM, baik sebagai dosen maupun founder dari SBI yang menjalin kerjasama strategis dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan visi misinya menjadikan ULM perguruan tinggi terkemuka dan memiliki daya saing dibidang lahan basah," ujarnya.
Adapun lingkup kerjasama SBI dengan ULM adalah mendukung Tridharma Perguruan Tinggi dalam pendidikan , pengabdian masyarakat dan penelitian, khususnya mengembangkan laboratorium riset bekantan dan stasiun riset bekantan dan ekosistem lahan basah sebagai wahana pusat kajian ilmiah tentang konservasi bekantan dan ekosistem lahan basah.
Amel juga mengatakan SBI selama ini juga didukung oleh pertamina.
"Pertamina selama 5 tahun secara konsisten mendukung SBI dari segi pendanaan untuk konservasi bekantan dan restorasi mangrove rambai di Kalimantan Selatan. SBI mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan pertamina selama ini, tanpa dukungan pertamina tidak mungkin kami meraih pencapaian yang luar biasa seperti ini," pungkasnya.
(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sbi-bekantan.jpg)