Berita Tabalong
VIDEO Terdampak Pandemi, Omset Pusat Oleh-oleh Khas Tabalong Menurun Drastis
Pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret lalu ternyata sangat berdampak terhadap Pusat Oleh-oleh Khas Tabalong (POKTA).
Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Adanya pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret lalu ternyata sangat berdampak terhadap Pusat Oleh-oleh Khas Tabalong (POKTA).
Pusat oleh-oleh yang ada di Jln PHM Noor, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, Kalsel ini, berbulan-bulan mengalami penurunan omset.
Penurunan yang dialami sangat jauh bul
bila dibandingkan dengan pendapatan sebelum adanya pandemi Covid 19.
Bagian Pemasaran POKTA, Nina Diana yang ditemui, Kamis (20/8/2020), menyampaikan, penurunan omset ini dialami sejak Maret hingga Juni 2020.
• Pandemi Covid-19, Peruntungan Pusat Oleh-oleh Kain Khas Kalimantan Selatan Turun Drastis
• Dampak Pandemi, Omset Pusat Oleh-oleh Khas Tabalong Menurun Drastis
• Mampir ke Pusat Oleh-oleh Pantai Takisung Kabupaten Tanah Laut
Selama itu produk yang terjual sangat sedikit dan pengunjung yang datang juga jauh berkurang.
"Saat itu untuk mendapatkan Rp 100 ribu saja sangat susah dalam sehari,"ungkapnya.
Padahal saat kondisi normal, dari hasil penjualan produk baik makanan, souvenir dan kain batik khas Tabalong, bisa mencapai Rp 5 juta dalam sehari.
Untungnya, imbuh Nina, sejal Juli tadi sudah mulai ada peningkatan jumlah produk yang terjual.
'Yang terbanyak laku berupa produk kopi jahe aneka rasa," katanya.
• Tiket Pesawat Mahal, Pusat Oleh-oleh di Banjarmasin Cenderung Sepi
Dengan mulai meningkatnya penjualan, maka sekarang ini sudah bisa mendapatkan sekitar Rp 2 juta dalam sehari.
Di POKTA ini sendiri sekarang tersedia berbagai khas olahanan makanan, kopi jahe, kopi pasak bumi, madu, souvenir dan juga kain batih khas Tabalong.
Semua produk yang dijual merupakan hasil olahan lokal dari masyarakat yang ada di Tabalong. (Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)