Berita HSS
Akses Jalan ke Nagara di Kandangan Rusak Parah, Pengendara Harus Waspada
Menurut Kades, pada 2019 lalu, pihaknya hanya memberikan tanda di jalan rusak itu dengan memasang kantong kresek warna merah, di atas tongkat kayu.
Penulis: Hanani | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kerusakan ruas jalan provinsi menuju Kecamatan Daha, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan makin parah. Pantauan banjarmasinpost.co.id, Rabu 19 Agustus 2020 lalu, sejumlah ruas jalan akses menuju tiga kecamatan, yaitu Daha Selatan, Daha Utara dan Daha Barat tersebut mengalami penurunan pada badan jalan. Aspalnya pun menjadi retak hingga jalan menjadi bergelombang.
Kondisi itu dapat dilihat saat melintasi Desa Bangkau yang masih masuk wilayah Kandangan sampai Desa Muning Baru Rt 04 wilayah Kecamatan Daha Selatan. JIka tak hati-hari saat mengendara atau mengemudi, bisa terpental. Apalagi, tak terlihat rambu peringatan di sekitar jalan itu.
“Khususnya malam hari, karena cukup jauh dari lampu jalanan, penglihatan tak terlalu terang. Sering pengendara tak hapal jalan, terjatuh saat lewat sini,”ungkap warga Muning Baru, Ardi kepada banjarmasinpost.co.id.
Ardi berharap, ada perhatian dari Pemprov Kalsel karena sudah satu tahun lebih sejak mengalami retak-retak, jalan itu tak ada perbaikan. “Ini kan jalan provinsi. Pejabat provinsi, mungkin sering saja ke Nagara. Jadi merasakan sendiri bagaimana mengendara di jalan yang tanahnya jeblok seperti itu,”kata Ardi.
Kepala Desa Muning Baru, Gusriadi yang dihubungi Jumat (21/8/2020) menjelaskan, perbaikan sementara saat ini adalah dengan diuruk sirtu di tengah jalan yang retak dan jeblok tanahnya. Namun hal itu tak membuat jalan menjadi lebih baik. Dijelaskan, ada sekitar 100 meter yang mengalami penurunan tanahnya, sehingga permukaan jalan menjadi tak rata.
• Gelar Istighosah di Tahun Baru Hijriah,Ini Pesan Ulama Kandangan
• 67 Babinsa Kodim 1003Kandangan Ikuti Swab Masif, Ini Harapan Dandim
“Tahun 2019 lalu, pernah terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa empat orang, akibat bertabrakan lalu korban-korbannya terpental. Sekarang, pengendara memang lebih hati-hati, tapi ada saja pengendara terjatuh, walaupun tak menimbulkan korban jiwa,”ungkap Kades.
Menurut Kades, pada 2019 lalu, pihaknya hanya memberikan tanda di jalan rusak itu dengan memasang kantong kresek warna merah, di atas tongkat kayu. Hal itu sebagai tanda peringatan. Namun, kantong kresek itu tak bertahan lama. “Harapan warga Daha, secepatnya diperbaiki, untuk mencegah korban jiwa. Selain demi kelancaran aktivitas masyarakat, baik aktifitas sosial maupun ekonomi,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rusak-002.jpg)