Berita HSU

Pasar Induk Amuntai Pusatnya Penjualan Kue Tradisional

Pusat penjualan kue tradisonal di lantai satu Pasar Induk Amuntai, Kota Amuntai, Kabupaten HSU, Kalsel.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Penjual kue tradisional di lantai satu Pasar Induk Amuntai, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Bagi para pecinta jajanan pasar atau kue tradisional, tak boleh melewatkan untuk berbelanja aneka makanan jajanan dengan puluhan jenis makanan yang berbeda di Pasar Induk Amuntai, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ).

Tepatnya, di lantai satu bagian tengah dari bangunan utama Pasar Induk Amuntai yang berada di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah tersebut.

Tak sulit untuk menemukan area pedagang kue tradisional di Pasar Induk Auntai. Sebagian besar warga Kabupaten HSU juga sudah banyak yang mengetahuinya. Terlebih para pedagang juga telah puluhan tahun berjualan di daerah ini.

Seperti yangdiungkapkan Kamilawati, salah satu pedagang yang berjualan kue tradisional di Pasar induk Amuntai. Dirinya berjualan sudah sejak generasi orangtuanya dan meneruskan sehingga bisa terhitung puluhan tahun berjualan kue tradisional.

Cegah Covid-19, Propam Pantau Penggunaan Masker di Lingkungan Polres HSU

Satsabhara Polres HSU Ajak Pemuda untuk Ikut Cegah Karhutla

Polres HSU Sosialisasikan Protokol Kesehatan dan Sanksi yang Tak Bermasker

Pengunjung Pasar Candi di Kabupaten HSU Ini Tak Perlu Parkir

“Kami buka dari pagi hingga sore, dengan menjual berbagai jenis jajanan pasar dan tradisional dalam jumlah banyak,” ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Banyak juga yang membeli dalam jumlah banyak kemudian dijual kembali. Sebagian besar jenis jajanan pasar merupakan kue tradisional yang sudah familiar di kalangan masyarakat.

Kue beras, kue sagu serta tapai yang dimasak dengan cara dipanggang ini menjadi salah satu jenis jajanan yang masih banyak dicari orang dan dibeli dalam jumlah banyak.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, jumlah penjualan juga ikut menurun. Namun saat ini sudah mulai banyak kembali, karena sudah banyak orang yang ke pasar.

Jajanan yang dijual merupakan buatan warga yang kemudian diantar. Harganya sangat terjangkau, sekitar Rp 8.000 hingga Rp 12.000 per sepuluh kue.

Warga yang ingin menggelar hajatan saat ini tak perlu pusing jika memerlukan kue dalam jumlah banyak, tinggal datang ke kawasan ini.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved