Berita Tanahlaut
Deteksi Dini Kebuntingan Ternak Sapi, Petugas Disnak Keswan Tala Lakukan Cara ini
kesehatan dan reproduksi ternak menjadi faktor yang sangat penting dalam mendorong jumlah populasi dan pertumbuhan/perkembangan ternak sapi.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pelayanan perbibitan, kesehatan hewan dan pemeriksaan kebuntingan terus diintensifkan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan berkerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Tanahlaut (Tala).
Kepala Seksi Perbibitan Ternak Disnakkeswan Tala Handri Sulistiyo menuturkan tiga hari lalu pihaknya turun ke Desa Sabuhur (Trans 100), Kecamatan Jorong.
Ia menuturkan pada usaha peternakan, kesehatan dan reproduksi ternak menjadi faktor yang sangat penting dalam mendorong jumlah populasi dan pertumbuhan/perkembangan ternak sapi.
• Langsung Dituding Pansos, El Ibnu Elkasih Balikan dengan Mantan Setelah 10 Tahun Pisah
• Karena Anya Geraldine, Rizky Febian Sebut Sule Sempat Dapat Ancaman Dibunuh
Tak kalah pentingnya yakni ketelatenan para peternak ketika melakukan pemeliharaan ternak sapi selama masa kebuntingan.
Ini karena sangat menentukan kecepatan pertumbuhan anak sapi ketika masih dalam kandungan.
"Melalui teknik pemeriksaan kebuntingan maka dapat mendeteksi lebih dini terhadap status kebuntingan, sekaligus mengetahui kondisi reproduksi sapi," jelasnya, Minggu (6/9/2020).
Pemeriksaan kebuntingan dalam pelayanan dilakukan melalui palpasi rectal.
Ini merupakan cara pemeriksaan yang sederhana, namun membutuhkan keterampilan dan latihan yang intensif sehingga petugas PKB mampu mendiagnosa kebuntingan.
"Sekaligus menentukan umur kebuntingan, mengetahui posisi fetus dan memprediksikan kelahiran," tandasnya.
Melalui langkah itu dapat diprediksi kondisi kebuntingan sapi.
Sekaligus dapat mencegah kondisi gangguan reproduksi maupun gangguan kelahiran pada sapi saat melahirkan.
Setelah dilaksanakan pemeriksaan kebuntingan terdapat ada enam ekor ternak sapi yang terdeteksi sedang dalam keadaan bunting.
Usia kandungan dua hingga empat bulan.
"Yang mendapatkan pelayanan Inseminasi Buatan (IB) gratis tujuh ekor sapi," papar Sari Arbatina, pengawas bibit ternak.
Disebutkannya, jumlah akseptor keseluruhan ada 63 ekor. Terdiri dari delapan ekor sapi jantan, 55 ekor sapi betina dan sembilan ekor anak sapi atau pedet.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/peternak-di-sabuhur-antusias-memeriksakan-ternak-sapinya-di-lokasi-pelayanan-tiga-hari-lalu.jpg)