Wabah Corona di Kalsel
UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif Bertambah 77 Orang, Paling Banyak dari Tapin
Tim GTPP Provinsi Kalsel mencatat penambahan 77 orang yang positif Covid-19 berasal dari enam kabupaten, Tapin, Banjar, HSU, Tanahlaut.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penambahan pasien positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) sebanyak 77 orang, Kamis (10/9/2020).
Mereka berasal dari Kabupaten Tapin 35 orang , Kabupaten Banjar 19 orang , Kota Banjarmasin 11 orang , Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 6 orang , Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) 5 orang dan Kabupaten Tanahlaut 1 orang .
Sehingga penambahan kasus positif Covid-19 di Provinsi Kalsel total hingga hari ini sebanyak 9.078 orang.
Pasien Covid 19 dilaporkan sembuh hari ini sebanyak 119 orang. Mereka berasal dari tempat karantina di Kabupaten Tanahlaut 33 orang, Kabupaten Banjar 19 orang, Kabupaten Barito Kuala (Batola) 2 orang , Kabupaten Tapin 3 orang , Kabupaten HSS 5 orang , Kabupaten HSU 3 orang , kemudian tempat karantina di Kabupaten Balangan 24 orang dan tempat karantina di Kota Banjarmasin 30 orang.
• Banyak Pasien Sembuh, Tempat Karantina Covid-19 Pemko Banjarbaru untuk Sementara Ditutup
• Covid-19 Masih Mengancam, Polda Kalteng Kampanyekan Penggunaan Masker hingga Rapid Test
• Update Covid-19 Batola, 10 pasien Sembuh dan 8 Orang Konfirmasi Positif
• Nakes Terpapar Covid-19, Mulai Hari ini IGD RSUD Abdul Aziz Marabahan Ditutup Sementara
Sehingga, total kasus sembuh Covid-19 hingga hari ini sebanyak 7.177 orang.
Kemudian, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Provinsi Kalsel juga mencatat seorang pasien Covid-19 dilaporkan meninggal berasal dari Kabupaten HSS.
Menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 Provinsi Kalsel, HM Muslim, Kamis (10/9/2020), meski angka kesembuhan tinggi tetapi tidak bisa atau belum bisa langsung diklaim bahwa Kalsel sudah melewati masa puncak pandemi Covid-19.
"Kondisinya puncak pandemi itu bisa diketahui setelah dilakukan evaluasi dua sampai empat minggu. Jika selama masa itu, terus menurun, maka boleh dikata Kalsel sudah melewati masa puncak. Dan ini tengah kita kontrol terus perkembanganya," tandas HM Muslim.
Kendati demikan, pria yang juga sebagai Kadis Kesehatan Kalsel, menyarankan tetap tidak boleh lengah.
"Jangan sampai kita tidak waspada. Kita harus tetap waspada dan terus tetap lakukan upaya perubahan perilaku dengan penggunaan protokol kesehatan. Harus diterapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 termasuk ketika Pemilu nantinya," kata HM Muslim.
(Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/covid-19-di-provinsi-kalimantan-selatan-kalsel-kamis-1092020.jpg)