Berita Kotabaru

Dinas PUPR Kotabaru Beri Kelonggaran Kontraktor, Habis Masa Waktu Pekerjaan Diperpanjang 40 Hari

Dinas PUPR Kotabaru beri kelonggaran kontraktor yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu untuk diperpanjang masa waktunya 40 hari

Penulis: Herliansyah | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kepala Dinas PUPR Kotabaru Maulidiansyah 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Proyek pekerjaan pembangunan trotoar di sepanjang jalan Pangeran Hidayat, Desa Sebatung, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan menuai banyak kritikan.

Proyek dalam satu lokasi, namun berbeda sumber. Satu proyek melalui proses lelang, sedangkan satu proyeknya lagi dari pokok pikiran dewan (Pokran). Sempat menuai kritik, karena timbunan material kerap berhamburan meluber ke jalan mengganggu lalu lintas pengendara.

Persoalan lain berdasarkan informasi diperoleh, proyek trotoar dikerjakan melalui proses lelang sesuai kontrak berakhir pada 7 September lalu, namun pekerjaan belum kelar.

Bawaslu Tanahbumbu Ingatkan Netralitas ASN, Ini Jenis-jenis Pelanggaran ASN Dalam Pilkada

Zona Hijau Terus Meningkat di Banjarmasin, Belajar Tatap Muka Masih Ditunda

Timnas U-19 Indonesia vs Arab Saudi Live Net TV : Pertemuan Terakhir, Witan Sulaeman Cs Kalah Tipis

Hal itu tidak ditepis Kepala Dinas PUPR Kotabaru Maulidiansyah. Menurutnya, untuk penyelesaian pihaknya telah memberi kesempatan kepada kontraktor. Dengan memberikan perpanjangan waktu (adendum) selama 40 hari.

Namun dari perpanjangan itu, lanjut Mahyudiansyah, kontraktor dikenakan denda dengan besaran seperseribu dari nilai kontrak.

"Kami perpanjang selama 40 hari. Tapi kontraktor bayar denda," ujar Mahyudiansyah kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (11/9).

Terpisah, Maulidiansyah membenarkan adanya perbedaan hasil antara pekerjaan trotoar di kanan dan di kiri jalan. Perbedaan itu, trotoar di kanan jalan (dari arah tugu) menggunakan keramik, sementara di kiri jalan tidak.

"Memang beda. Ya, satu proyek lelang (pakai keramik), satu dari pokran," ungkap dia kepada banjarmasinpost.co.id.

Disinggung sering dikeluhkannya tumpukan material meluber di jalan. Maulidiansyah, pihaknya selalu mengingatkan kepada kontraktor.

Walau selalu diingatkan, tumpukan material tetap dikeluhkan pengguna jalan. "Tumpukan di kiri dan kanan jalan jadinya sempit. Aku sempat ditegur bupati meminta agar dibersihkan," pungkas Maulidiansyah.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved