Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Musim Pilkada Kalsel, Ada Pesan 1.000 Bakul dan Tas Purun, Begini Sambutan Positif IPEMI Kalsel

Musim Pilkada Kalsel membawa berkah bagi pengrajin purun di Banua. Pengrajin purun ada terima pesanan hingga 1000 bakul dan tas purun.

Musim Pilkada Kalsel, Ada Pesan 1.000 Bakul dan Tas Purun, Begini Sambutan Positif IPEMI Kalsel
IPEMI Kalsel untuk banjarmasinpost.co.id
Produk kerajinan purun

Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Musim Pilkada Kalsel ternyata membawa berkah buat pengrajin purun yang ada di Banua.

Ada peserta Pilkada yang membeli 1.000 hasil kerajinan purun binaan Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kalsel.

"Alhamdulillah, kami mendapat orderan 1.000 bakul purun dan tas purun dari salah satu peserta Pilkada. Jadi, selama Pilkada ini permintaan akan kerajinan purun meningkat, karena hasil kerajinan lokal," papar Ketua PW IPEMI Kalsel, Hairun Nisa, Jumat (11/9/2020).

Selain peserta Pilkada, lanjut dia, ada juga pesanab yang kecil-kecilan dari masyarakat berasal dari Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru.

Total 23 Hari, Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021, Libur Lebaran Digeser

Wali Kota Banjarmasin : Orang yang Datang Dari Jakarta Harusnya Dites Swab

Update Covid-19 Kota Banjarbaru, Tambah Satu Kasus Positif Covid-19, Total 855 Kasus di Banjarbaru

Menurut Nisa, mulai pelan-pelan hasil kerajinan purun UKM binaannya mulai dikenal dan sedikit menambah pemasukan di tengah Pandemi Covid-19 yang serba sulit seperti sekarang ini.

Dijelaskan dia, harga purun berkisar Rp 25.000 sampai Rp 100.000, sesuai pesanan.

Selain kerajinan purun, UKM yang dibina IPEMI Kalsel ada juga pengrajin Sasirangan, pembuat Kripik Mandai, Kripik Kentang, Kripik Singkong, aneka macam kopi, Kue Kering Kue Basah dan lain-lain.

Kripik Mandai dengan aneka rasai di produksi di Tanah Bumbu, Amuntai dan Banjarmasin dengan harga berkisar Rp 18.000. Begitu juga dengan Kopi ada rasa Kopi Jahe Gula, Kopi Jahe, Kopi Gula Aren dan lain-lain.

Untuk jumlah total pelaku UKM binaan IPEMI Kalsel yang ada di Banua hampir 250-an.

"Mereka memproduksi dan menjual sendiri dan kami membantu memasarkan," paparnya

Mengenai bantuan Rp 2,4 juta dari pemerintah untuk pelaku UMK, menurut Nisa, sementara belum ada.

"Karena kami belum membuat kerjasama dengan dinas terkait du Kalsel. Kalau untuk organisasi yang lain mungkin sudah berjalan," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved