Berita Batola

Bank BPR Batola Gagas Program Bagi Petani Tak Punya Lahan

Bank BPR Batola menawarkan program untuk petani di Batola yang tidak memiliki lahan. Petani dibelikan lahan, lalu dicicil setiap pasca panen

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
(Kiri) Dirut Bank BPR Barito Kuala, Bahrani. Panen Padi di Desa Tingiran Darat Kecamatan Mekarsari, Batola. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Upaya Bank BPR Barito Kuala (Batola) untuk menggaet nasabah terus gencar dilakukan. Langkah ini juga dimaksudkan sebagai solusi bagi masyarakat Batola secara umum.

Kali ini program terbaru tengah disiapkan untuk masyarakat Batola yang punya tenaga dan minat untuk bertani, namun belum memiliki lahan. Program ini dinamakan dengan Petani Masa Depan.

Hal ini dikemukakan oleh Dirut PT BPR Batola, Bahrani, pihaknya melihat peluang untuk bisa menjalin kerjasama terhadap petani yang selama ini hanya mengandalkan sewa lahan (bekarun), untuk bertani.

"Kita coba tawarkan mereka solusi, dibelikan lahan dan mereka cicil setiap pasca panen," Ungkapnya beberapa waktu lalu.

Bank Kalsel Gelar Gathering bersama Pemkab Batola dan Petani Binaan

Panen Jagung Pertiwi di Demplot Loktabat Utara Hasilkan 6 Ton Perhektare, Begini Harapan Petani

Sukses Tanam Bawang Merah, Petani Tala Disarankan Lakukan Hal ini

Program ini diharapkan bisa lebih membantu masyarakat dengan bunga ringan. Hanya itu yang wajib dibayarkan setiap bulan. Sedangkan pembayaran pokoknya menunggu hasil panen per tahun.

"Target akhirnya petani masing-masing memiliki lahan sendiri, itu maksud dari nama program 'Petani Masa Depan' tadi," Ungkap Bahrani.

Ia juga menambahkan, saat ini telah dilakukan pendataan terkait masyarakat yang belum punya lahan dalam bertani. Ditargetkan pada 2021 mendatang program ini sudah bisa berjalan.

Program Petani Masa Depan merupakan perkembangan dari program sebelumnya yang terbilang sukses. Yakni kredit musiman kepada para petani.

Peminjaman dengan bunga ringan, yakni hanya 1,5 persen per bulan dan pelunasan pokoknya dibayarkan pada pasca panen.

Hobi Bercocok Tanam, Petani Hidroponik ini Bukan Lulusan Pertanian

Bahrani juga mengutarakan, program ini dirancang guna menyongsong perpindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur beberapa tahun ke depan.

"Barito Kuala turut mempersiapkan diri, sebagai lumbung penyangga pangan Ibu Kota di Kaltim Mendatang," Pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

  • Berita Terkait :#Berita Batola
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved