Breaking News:

Berita Tanjung

Penegakan Protokol Kesehatan, Sudah 129 Pelanggar Perbup Tabalong 26 Terekam di Aplikasi Waker

Pelanggar Protokol Kesehatan yang terjaring petugas di Kabupaten Tabalong akan didata dalam aplikasi Wajib Masker (Waker) berdasarkan KTP.

Kecamatan Murung Pudak
Penegakan Perbup nomor 26 tahun 2020 yang dilakukan di pasar di wilayah Kecamatan Murung Pudak 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Hingga saat ini penegakan Peraturan Bupati (Perbup) Tabalong No 26 tahun 2020, yang menyasar kedisiplinan protokol kesehatan, terus dilakukan petugas gabungan.

Pelanggar yang ditemukan akan didata dalam aplikasi Wajib Masker (Waker) berdasarkan KTP yang dibawa saat itu.

Dari data yang ada, hingga Selasa (15/9/2020) sekitar pukul 13.00 Wita, total sudah ada 129 pelanggar dengan rata-rata tidak mengenakan masker.

Dari 129 itu, 4 diantaranya merupakan data pelanggaran yang baru diinput dalam pelaksanaan penegakan hingga siang ini.

Warga Lianggangang Banjarbaru Tenggelam di Waduk Riam Kanan, Sempat Makan dengan Rombongan di Kapal

Jenis Ikan Hias Cupang dan Ikan Gupi yang Populer dan Laku di Pasaran, Merawatnya pun Mudah

Ditemukan Gayung Mengapung, Warga Liangganggang Banjarbaru Diduga Tenggelam di Waduk Riam Kanan

Sedangkan kecamatan yang data pelanggarnya paling banyak terinput di Aplikasi Waker ada di Kecamatan Murung Pudak sebanyak 43 pelanggaran.

Untuk yang paling sedikit data yang masuk ke Aplikasi Waker di kecamatan Jaro dan Kecamatan Banua Lawas, masing-masing ada 2 pelanggar.

Camat Murung Pudak, Putra Perdana, Selasa (15/9/2020), menyampaikan,
mewakili tiga pilar Kecamatan Murung Pudak tidak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh masyarakat.

"Khususnya di wilayah Kecamatan Murung Pudak agar terus disiplin dalam menerapkan peningkatan protokol kesehatan khususnya 3 M, menggunakan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan," jelasnya.

Disampaikannya juga, sosialisasi Perbup 26 juga terus dilakukan bersama tiga pilar dan kini juga masuk ke penerapan sanksi terhadap pelanggaran, sebagai wujud mereka hadir di masyarakat dalam upaya memperhatikan kesehatan dan keselamatan masyarakat jgn sampai terkena atau tertular covid 19.

"Kami mohon kerjasama seluruh lapisan masyarakat dalam penerapan Perbup 26 Tahun 2020 ini," ujarnya.

Lalu terkait tingginya data pelanggar, Putra mengatakan, ini karena pihaknya memang cukup gencar melakukan penertiban bersama tiga pilar, baik di pasar, cafe dab lokasi lainnya.

Selain itu karena pelanggar yang ditemukan kebanyakan selalu membawa KTP sehingga datanya bisa untuk diinput ke dalam aplikas.

Berbeda apabila pelanggar tidak membawa KTP maka tidak akan terekam di aplikasi, karena pendataan didasari atas data dari KTP yang bersangkutan.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved