Breaking News:

Tajuk

Tajuk - Cobaan Syekh

Peristiwa penikaman terhadap dai Syekh Ali Jaber yang terjadi pada Minggu (13/9) sore di Bandar Lampung mengejutkan publik negeri ini.

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID - Peristiwa penikaman terhadap dai Syekh Ali Jaber yang terjadi pada Minggu (13/9) sore di Bandar Lampung mengejutkan publik negeri ini.

Penyerangan dilakukan seorang pemuda tak dikenal saat tokoh ulama asal Madinah berkewarganegaan Indonesia ini duduk di panggung pengajian dan wisuda Tahfidz Al-Qur’an di Masjid Falahudin, Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung.

Padahal Syekh Ali Jaber dikenal sebagai ulama berhati lembut yang menyerukan pesan kedamaian bagi negeri ini.

Wajar bila aksi penganiayaan yang dialami Syekh mengundang simpati dan reaksi keras masyarakat publik. Kejadian inipun menjadi trending topik berbagai media.

Bahkan kejadian ini juga memantik reaksi Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, yang secara tegas meminta polisi segera mengungkap kasus tersebut.

Syekh Ali Jaber memang sangat layak mendapat dukungan publik. Selain posisinya sebagai korban, kiprah dakwahnya membawa kesejukan rahmatan lil alamin bagi negeri ini.

Syekh Ali Jaber juga sebagai ulama yang aktif membantu pemerintah dalam melaksanakan amar makruf nahi munkar, berdakwah membawa pesan-pesan kedamaian agama sekaligus membantu satgas Covid-19 dan BNPB untuk menyadarkan umat ketika awal ledakan kasus Covid-19.

Bagi Syekh Ali Jaber, peristiwa ini menjadi liku cobaan dakwahnya, sehingga dia ikhlas menerimanya. Namun aturan hukum tetap harus ditegakkan.

Di samping menahan dan memproses hukum pelakunya, lebih jauh penyidik kepolisian harus dapat mengungkap secara terang-benderang motif di balik tindakan pelaku.

Pengungkapan secara cepat kasus penyerangan dan penganiayaan Syekh Ali Jaber akan menjadi fakta yang paling dinanti publik dan penting dalam mencegah melebarnya berbagai opini atau spekulasi-spekulasi.

Apakah kejadian ini murni tindak kejahatan kriminalitas konvensional, ataukah ada motif lain di baliknya. Tugas aparat kepolisian lah mengusutnya secara profesional dan terbuka di hadapan publik.

Tak kalah penting, belajar dari kasus ini perlindungan keamanan terhadap dai dalam kegiatan dakwah di tempat umum terlebih yang banyak memiliki jemaah, menjadi sangat penting.

Pihak panitia penyelenggara dan aparat keamanan setempat harus sedemikian rupa mengantisipasinya. Jangan sampai peristiwa ini kembali terulang. (*)

Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved