Sejarah Gunung Birah Tala

Mata Air di Gunung Birah Tala Kalsel Jernih dan Segar, Begini Cara Meminumnya

Gunung setinggi 367 meter di Desa Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), itu menyimpan mata air yang luar biasa.

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
H Rosmani meminum air di aliran mata air di Gunung Birah, beberapa waktu lalu. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Objek wisata Gunung Birah saat ini tak sekadar menjadi tempat favorit camping dan sajian savana yang elok.

Lebih dari itu menyimpan aura tersendiri.

Gunung setinggi 367 meter di Desa Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), itu juga menyimpan mata air yang luar biasa.

Airnya jernih, segar dan dapat langsung diminum.

"Insha Allah yang meminumnya akan kuat dan tetap bugar mendaki hingga ke puncak gunung," ucap H Rosmani, tokoh warga Kandanganlama, Rabu (16/9/2020).

Gunung Birah Tanahlaut Kalsel Bukan Objek Wisata Biasa, Ada Kisah Perjuangan di Baliknya

Gunung Birah Berasal dari Nama Tanaman yang Melindungi Pejuang Tala Kalsel dari Incaran Penjajah

Selain itu, sebut Sekretaris Pokdarwis Gunung Birsh ini, air pegunungan Birah juga dapat menghindarkan si peminum air tersebut dari wisa atau penyakit kuning yang kerap menerpa orang-orang yang naik gunung.

Namun untuk mendapatkan khasiat tersebut, cara atau adab meminumnya harus benar.

"Badan kita jongkokkan dengan posisi menghadap ke bawah. Lalu, tinggal meminumnya dengan menjilatkan lidah ke aliran mata air yang mengalir," jelas Rosmani.

Cara itu yang selama ini dilakukan warga Kandanganlama yang bepergian ke Gunung Birah dan meminum aliran air di pegunungan setempat.

Itu meniru cara alamiah sebagaimana yang dilakukan satwa di hutan saat meminum aliran air pegununangan.

"Saya tak tahu juga secara persis alasannya mengapa harus begitu. Ya mungkin kalau meminumnya posisi menghadap ke atas, kaki bakal menginjak aliran air dan menjadi keruh," ucap Rosmani.

Aliran air tersebut hanya dijumpai di jalur fun karena jalur ini mintasi hutan.

Sedangkan pelancong yang memilih jalur ekstrem saat menuju puncak, tidak akan mendapati aliran.air tersebut karena medan yang dilalui berupa bebatuan dan area terbuka.

"Asli dingin dan segar airnya. Kemarin itu saat saya camping di Gunung Birah, pas naiknya lewat jalur fun sempat ngambil. Saya masukkan ke botol air mineral," ucap Febrian, warga Pelaihari.

(banjarnasinpoat.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved