Berita HSS
Banjir Semangka, Saatnya Berkunjung ke Desa-desa di Daha Selatan Kabupaten HSS
Petani panen semangka merah dan kuning di Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan.
Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Banjir buah semangka kini sedang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan.
Jika ingin berkunjung dan menikmati segarnya buah semangka yang dipetik langsung dari kebun, bulan Saat September 2020 inilah saat yang tepat dan harganya lebih murah.
Selain jenis semangka merah, petani juga panen semangka kuning yang rasanya tak kalah manis.
Untuk semangka merah, ada dua varian, yaitu yang berbiji, bentuknya lonjong dan yang tak berbiji bentuknya lebih bundar. Satu biji semangka Nagara, bisa mencapai tujuh sampai delapan kilogram.
“Tahun lalu, malah ada yang sampai 10 kilogram,” kata Yuli, penggemar buah semangka dan tiap tahun ‘hunting’ buah tersebut di Kecamatan Daha Selatan.
Adapun desa-desa yang saat ini sedang panen semangka adalah, Desa Samuda, Baruh Jaya, Habirau, Muning Tengah, Muning Baru, Tambangan, Siang Gantung, Pihanin Raya serta desa-desa lainnya di Kecamatan Daha Selatan.
• Petani Semangka di Daha HSS Kalsel Merugi, Harga Anjlok Secara Bertahap, Faktor ini Penyebabnya
• Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten HSS Kalsel Rencanakan Pesantren Lansia
• 180 warga HSS Dapat Bantuan Stimulan Rumah Swadaya
• Sekolah Korban Karhutla Diganti Bangunan Baru, Kepsek di HSS Pun Siapkan Penanggulangan Dini
• Karhutla di Daha Barat HSS, Koramil Daha Selatan, Damkar dan Warga Berjibaku Lakukan Pemadaman
Pengunjung yang ingin berwisata buah, bisa datang ke salah satu desa tersebut. Soal harga, tentu lebih murah ketimbang harga di pasar, atau di tangan kedua dan ketiga. Apalagi, saat ini harga sedang anjlok karena terjadi panen yang bersamaan.
Kepala Desa Habirau Tengah, Rudianoer, menjelaskan, harga saat ini di kisaran Rp 1.000 per kilogram, setelah anjlok dikisaran Rp 500 dan Rp 700.
“Bagi warga luar yang ingin membeli semangka langsung ke petani, bsa saja datang langsung ke kebun. Tapi harus menyewa sendiri kelotok,”kata Kades.
Namun, jika membeli ke tangan kedua, yang biasanya berjualan di pinggir jalan, harga di kisaran Rp 1.500 sampai Rp 2.500 per kilogram.
Saat ini, menurut Yusuf, Ketua Kelompok Tani Ray, di Desa Samuda-Baruh Jaya, petani sudah memanen 60 persen dari kebunnya.
Diperkirakan, dua minggu ke depan panen masih berlangsung. Sedangkan di Desa Muning, diperkirakan masa panen masih satu bulan ke depan. Jadi, jika ingin makan semangka sepuasnya, jangan lewatkan masa panen 2020 ini.
(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)