Kalsel Bergerak
Kabar Gembira, 24.000 Siswa SMA/SMK se Kalsel Dapat Paket Internet Gratis dari Pemprov
Bantuan kuota paket internet dari Pemprov Kalsel senilai Rp 270.000 untuk siswa SMA/SMK yang bertujuan mendukung pembelajaran daring.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kabar gembira bagi siswa SMA dan SMK se-Kalimantan Selatan.
Mereka yang terdata, sebanyak 24.000 siswa, dapat bantuan paket internet gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Bantuan kuota paket internet itu masing-masing senilai Rp 270.000 untuk tiga bulan atau Rp 90.000 per bulan. Kuota diberikan mulai Oktober hingga Desember 2020.
Teknis penyerahan bantuan kuota melalui Balai Tehnologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Kalsel yang diserahkan kepada masing-masing Kepala Sekolah (Kepsek).
Kepsek kemudian akan membagikan kepada siswa khususnya yang Terdampak wabah Covid-19.
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin berharap bantuan kuota internet dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa.
“Ini bagian dari solusi untuk terus melaksanakan proses belajar mengajar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa selama masa pandemi,” katanya.
Paman Birin juga berharap pandemi Covid-19 segera berlalu. "Tentu kita juga selalu berdoa kepada Sang Pencipta, semoga kondisi ini segera berlalu," harapnya.
Kadisdikbud Kalsel, HM Yusuf Effendi, mengatakan, bantuan kuota internet atas inisiatif Gubernur Kalsel Paman Birin setelah melihat ada siswa yang kurang mampu kesulitan dalam menyediakan kuota internet untuk belajar online.
“Melihat persoalan ini, Paman Birin selaku Gubernur menaruh perhatian sehingga dianggarkan bantuan kuota internet kepada siswa, bekerja sama dengan PT Telkom,” urai Yusuf.
Sedangkan untuk pengawasan sebagaimana pembelajaran umumnya, Pengawas Sekolah diminta berperan bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang ada.
Sementara itu, Kepala Balai Tehnologi informasi dan Komunikasi Pendidikan Kalsel, Eksan Muhtar, menambahkan, penerima bantuan internet akan diatur oleh Kepsek masing-masing.
“Bekerja sama dengan Telkom, kami juga menyiapkan aplikasi Indonesia Belajar untuk siswa di sekolah yang sinyal internetnya kurang,” kata Eksan.
Dijelaskan Eksan, melalui Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (BPTIKP), secara total telah mengalokasi anggaran sebesar Rp 6,5 miliar melalui APBD Perubahan 2020.
Salah satu siswa dari SMKN 1 Banjarbaru, Cantika, mengaku senang dan bersyukur atas bantuan ini dan berterimakasih kepada Pemprov Kalsel.
"Tentu senang dengan bantuan kuota ini, sehingga pengeluaran orangtua untuk biayai saya beli kuota terbantu jadinya. Terima kasih kepada Paman Birin dan Pemprov Kalimantan Selatan yang bisa memberikan bantuan ini," tandas Cantika. (AOL/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/gubernur-kalsel-h-sahbirin-noor-paman-birin-kuota-internet-gratis-2192020.jpg)