Berita Tanahlaut

Perdesaan Miliki Pusat Data, First Lady Tanahlaut Tegaskan Hal ini

Di Tala telah digulirkan sejak beberapa waktu lalu dengan nama Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku).

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Humpro Pemkab Tala
Ketua Koalisi Kependudukan Tala Hj Nurul Hikmah Sukamta meresmikan Rumah Dataku di Desa Kandanganbaru 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Seperti di sejumlah daerah lain di negeri ini, Beberapa desa di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), kini juga telah memiliki pusat data kependudukan.

Di Tala telah digulirkan sejak beberapa waktu lalu dengan nama Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku).

Pada Selasa kemarin giliran Desa Kandanganbaru di Kecamatan Panyipatan yang diresmikan berdirinya pusat data tersebut.

Sejumlah warga di kecamatan tersebut kepada banjarmasinpost.co.id , Rabu (30/9/2020) menuturkan kegembiraannya atas perluasan Rumah Dataku di perdesaan.

Posting Video Najwa Shihab, Al Ghazali Malah Dituding Urusi Politik, Putra Maia dan Dhani Jawab Ini

Penjelasan Kemendikbud Soal Youtube Tak Bisa Diakses Subsidi Kuota Internet Gratis 35GB,42GB & 50GB

Kata Bijak Tokoh buat Ucapan Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2020, Kirim via WA, FB, IG dan Twitter

Lebih dari itu mereka mengharapkan keberadaan Rumah Dataku mampu menghadirkan kemanfaatan besar bagi warga kampung.

Baik dalam hal pengembangan usaha maupun penyaluran tenaga kerja.

Sebagai pusat intervensi pembangunan di tingkat mikro di perdesaan, Rumah Dataku merupakan tempat yang berfungsi sebagai basis data dan informasi tingkat desa.

"Itulah mengapa sangat penting didirikan Rumah Dataku di kampung-kampung Keluarga Berencana (KB) yang telah terbentuk," ucap Ketua Koalisi Kependudukan Tala Hj Nurul Hikmah Sukamta.

Ia menginginkan pengelolaan Rumah Dataku melibatkan masyarakat setempat.

Jadi, dapat meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data dan informasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.

“Masyarakat perlu memahami data secara benar dan belajar agar tidak buta data. Ketika masyarakat buta data, itu akan berbahaya karena data menggambarkan kondisi permasalahan di masyarakat,” jelas Nurul.

First lady Tala ini menegaskan melalui adanya Rumah Dataku diharapkan masyarakat akan melek data.

Dengan begitu data kependudukan yang ada tak sekadar menjadi pajangan atau aksesori semata.

"Karena data yang terkumpul melibatkan partisipasi masyarakat. Data dikumpulkan dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri,” tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved