Breaking News:

Kisah Inspiratif

Perjalanan Yusfi Cetak Karateka Dunia, Rela Kredit Matras untuk Latihan Atlet

Berhasil mengantarkan atlet binaan raih prestasi tentu menjadi harapan setiap pelatih cabang olahraga.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/siti bulkis
Para atlet binaan Muhammad Yusfiansyah saat mengikuti kejuaraan kumite antar anggota sub klub Sekalimantan Selatan di Jalan A Yani Km 36.8, Banjarbaru, Kalimantan SelatanĀ  

Tak hanya orang lain, Yusfi juga mendidik putrinya untuk menyukai olahraga bela diri ini.

Bahkan Yusfi turut mengantarkan Cantik Meza Salsabila meraih medali emas Kata dan emas Kumite Usia Dini Putri di Malaysia Open 2014, medali perak Kumite Pra Pemula Putri di Thailand Open 2016, mengikuti Second Indonesia Internasional Karate Championship (IIKC) 2018.

Semua ini bisa dia lakukan juga karena pengalaman.

Yusfi terbilang sukses malang-melintang di dunia karate.

Di antaranya Internasional IKC Malaysia Open 2011, dia meraih medali perunggu, dua medali perunggu Internasional Adidas di Manila Open 2012, medali perak Internasional Silent Knight Malaysia Open 2013 dan Kejuaran Dunia Tokyo 2014.

Tentu saja apa yang diraihnya tidak didapat begitu saja. Yusfi telah melalui berbagai perjuangan untuk bisa meraihnya selain rutin latihan.

Yusfi kecil pernah menjadi pemulung agar dapat menabung agar dapat membayar biaya pendaftaran kejuaraan.

Dia juga sempat mengambil upah menebas rumput.

“Sempat juga saya mencari obat daun tapak liman, mencari kayu turus kandang, membuat layang-layang untuk dijual,” kenangnya kembali.

Namun, semua itu kini terbayar sudah dengan prestasi yang diraihnya, dan prestasi itu pula ditularkannya kepada anaknya sendiri serta anak-anak binaannya di Yusfi Karate Club. (edisi cetak)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved