Berita Banjarbaru

VIDEO Pecinta Tanaman Hias di Banjarbaru Incar Monstera dan Aglonema

Penjual tanaman hias dari Cempaka, Banjarbaru, Kalsel, jual jenis Aglonema dari Rp 500.000 sampai Rp 700.000.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tanaman hias tengah naik daun selama pandemi Covid-19. Situasi ini membuat para pedagang Tanaman hias diserbu masyarakat. Keuntungan jutaan rupiah pun bisa diraup hanya dalam sepekan.

Seperti yang diungkapkan Dina, warga Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, jualannya akhir-akhir ini laku.

"Jenisnya, ada Jaipong, Janda Bolong, Rubbi, paling banyak ditanya orang jenis Aglonema. Jenis itu saya jual dari Rp 500.000 sampai Rp 700.000. Tergantung jenis dan jumlah daun," kata Dina yang membuka lapak di area  pasar Minggu pagi yang dikelola forkamu Banjarbaru, Minggu (18/10/2020).

Selain itu, dia juga punya koleksi Monstera. Namun setelah didisplai, sudah habis dijual. "Monstera saya jual dari Rp 150.000 sampai Rp 2 juta, tergantung keunikan dan jenisnya," sebutnya.

Sementara itu, Nurul Inayah, warga Banjarbaru, mengaku suka mengoleksi Tanaman hias karena indah dan bagus untuk rumah. "Di samping itu, bisa untuk mengisi kegiatan dan penghilang stres," katanya.

Di rumahnya di Jalan Abadi III, Kelurahan Guntung Manggis, Banjarbaru, Owner Secret Garden ini punya koleksi puluhan Tanaman hias.

Baca juga: Ditemani Habib Usman, Kartika Putri Syok Gegara Harga Tanaman Hias Janda Bolong Rp 90 juta

Baca juga: BOOMING JANDA BOLONG, Penjual Tanaman Hias Beberkan Pemicu Meroket Harga Monstera

Baca juga: Balai Benih Gandeng Kebun Raya Banua untuk Membudidayakan Tanaman Hias di Kalsel

Baca juga: Monstera Tanaman Hias Tropis yang Naik Daun, Harganya Ratusan Ribu Hingga Jutaan Rupiah

Baca juga: Kembangkan Kaktus dan Sekulen, Pebisnis Tanaman Hias di Banjarmasin Ini Dapat Omzet Jutaan Rupiah

Baca juga: Animo Masyarakat Tinggi, Kolektor Tanaman Hias di Kalsel Mulai Berbisnis Sejak Pandemi Covid-19

Di antaranya, Lidah Mertua, Sirih Gading, Janggut Musa, Janda Bolong, Janda Merana dan Melati Air. "Semua koleksi saya beli di penjual Tanaman hias," pungkasnya.

Selain Dina dan Nurul Inayah, juga ada Fai Juleha di Jalan Sapta Marga RT 7 RW 3, Banjarbaru. Tanaman hias yang berjejer rapi di terasnya.

Dari puluhan jenis Aglonema yang dikoleksinya, dia mengungkapkan, yang paling banyak dicari pembeli, yakni Red Anjamani dan Legacy. Dua varian ini dihargai Rp 250.000 sampai Rp 300.000.

"Kalau yang paling mahal jenis Suksom Culture, harganya Rp 700.000 satu pot atau Wulandari Rp 500.000 satu pot," sebutnya.

Selain Aglonema, Fai juga menjual puluhan jenis Miana. Mulai dari yang lokal hingga premium. "Yang lokal, saya punya sekitar 20 jenis. Kalau yang premium, kurang lebih 70," rincinya.

Dijelaskannya, perbedaan Miana lokal dan premium dapat dilihat dari motif daunnya. Premium, warna merahnya lebih tegas dan punya banyak motif yang indah.

"Selain itu, kalau yang lokal, saya bisa membudidayakannya sendiri. Tapi yang premium, saya harus mendatangkannya dari Sumatera dan Jawa," jelasnya.

Harganya pun berbeda, Fai mengungkapkan, untuk Miana lokal hanya dijual Rp 15.000 per polibag. Sedangkan Miana premium, Rp 50.000 per pot. "Paling banyak peminatnya Miana premium, karena lebih cantik," ungkapnya.

Akan tetapi, dari sekian koleksi tanamannya, Aglonema yang paling laku. Setiap hari selalu saja ada pembelinya.

"Paling ramai di akhir pekan. Saya selalu menghasilkan jutaan rupiah dari penjualan tanaman Aglonema dan Miana," ungkap Fai.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved