Berita Banjar
Kasus ISPA di Kabupaten Banjar Turun, Dampak Kemarau Basah
Kemarau basah membuat intensi karhutla tidak setinggi tahun lalu. Kasus ISPA di Bumi Serambi Mekkah mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hujan yang kerap turun mengguyur membuat Intensitas Karhutla di Kabupaten Banjar tahun ini tidak setinggi tahun lalu.
Dampaknya pun dirasakan terhadap kasus ISPA di Bumi Serambi Mekkah yang juga mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
Kadinkes Kabupaten Banjar dr Diauddin membenarkan penurunan kasus ISPA dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kasus ISPA tidak ada peningkatan signifikan bahkan menurun dari tahun sebelumnya," ujarnya Senin (26/10/2020).
Baca juga: Masuk Pergantian Musim, DBD dan ISPA Perlu Diwaspadai, Kadinkes Banjarbaru Jelaskan Ini
Baca juga: Ini Fakta soal Dua ABK di Kotabaru, Ternyata Alami ISPA dan Pembengkakan Jantung
Penurunan kasus ISPA, diduga karena karthutla tahun ini yang terjadi musim kemarau basah. Hujan masih terjadi meski di musim kemarau.
Berbeda dengan tahun lalu tambahnya kasus ISPA memang tinggi diperkirakan karena dampak Karhutla.
"Untungnya tidak ada peningkatan kasus secara signifikan jadi kita bisa fokus ke Covid 19 tahun ini," ujarnya.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Banjar kasus ISPA hingga September 2020 ini jumlahnya ada 34.475. Sedangkan di 2019 total ada 50.862.
Baca juga: Atasi ISPA, Dinkes Banjar Telah Bagikan 70 Ribu Masker
Kasus ISPA di 2020 paling banyak terjadi di Kecamatan Martapura Timur dan urutan kedua di Kecamatan Astambul.
Sedangkan di 2019 daerah paling banyak terjadi kasus ISPA juga sama dengan di 2020 yakni paling banyak terjadi di Martapura Timur, urutan kedua di Astambul.
(banjarmasinpost.co.id/milna sari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pelajar-sd-kabut-asapa-masker_20150916_135340.jpg)