Berita Banjar

Atasi ISPA, Dinkes Banjar Telah Bagikan 70 Ribu Masker

Dinkes Banjar telah membagikan sebanyak 30 ribu masker untuk mengatasi dampak kabut asap berupa penyakit ISPA

Atasi ISPA, Dinkes Banjar Telah Bagikan 70 Ribu Masker
HO/Dinkes Banjar
Petugas dari Dinkes Banjar membagikan masker untuk mengantisipasi kabut asap kepada pengendara di Martapura, Sabtu (14/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dampak kabut asap di Kabupaten Banjar menyebabkan pasien ISPA meningkat. Untuk mengantisipasi ISPA, Dinkes Banjar telah membagikan 70 ribu masker.

Kepala Dinas Kesehatan Banjar Ikhwansyah membenarkan jumlah pasien ISPA di Kabupaten memang mengalami peningkatan, namun angkanya tak begitu signifikan.

Sejak Januari 2019 hingga pekan pertama September jumlah total penderita ISPA di Banjar sebanyak 1.543 orang.

Penderitanya ada yang anak-anak maupun dewasa. Terbanyak, di wilayah Kecamatan Sungaitabuk yakni 263 orang dan terendah di Kecamatan Aluhaluh yakni 74 orang.

Pihaknya juga terus melakukan upaya pencegahan guna meminimalisasi dampak asap saat ini. Di antaranya melalui pembagian masker kepada masyarakat.

Baca: Ranjau Sisa Perang Dunia ke II Bertebaran, Penambahan Dermaga Siring Laut Kotabaru di 2020 Terhambat

Baca: Tingkatkan Akses Bandara Syamsudin Noor, Pemprov Anggarkan Rp 45 miliar di 2020

Baca: Sita 12 Kg Sisik Trenggiling, Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel Tetapkan 2 Orang Tersangka

Baca: Sosok Artis Terlibat Pesugihan Diungkap Robby Purba, Teman Ayu Ting Ting Sebut Nama?

Masker telah didistribusikan ke seluruh puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Banjar dan telah dibagikan kepada masyarakat.

"Untuk stok terakhir di posisi total 14.500 terdiri dari 10.500 di gudang farmasi dan 4.000 di Dinas Kesehatan Untuk masker total sudah +/- 70.000 buah kita distribusikan baik ke puskesmas, dinas terkait, pramuka, kepolisian, serta langsung dibagikan pada saat aksi bagi masker dinkes," ucap Kepala Dinas Kesehatan Banjar Ikhwansyah, Jumat (11/10/2019).

Ia menyarankan kepada masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah pada waktu tertentu saat asap mulai menyelubungi udara yakni saat malam dan pagi. Jika harus harus bepergian mesti menggunakan masker.

"Jika tak punya masker, bisa menggunakan sapu tangan yang dibasahi lebih dulu," sebutnya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved