Penanganan Covid 19
Vaksin Corona Ada Gratis dan yang Bayar, Jokowi Minta Harga Terjangkau
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan mengenai distribusi vaksin Covid-19 yang akan memakai dua pendekatan.
Menurut Jokowi, masalah komunikasi publik ini bisa menggandeng sejumlah pihak mulai dari organisasi keagamaan hingga ormas.
"Juga kita melibatkan dari awal majelis dan organisasi keagamaan MUI, NU, Muhammadiyah dan ormas-ormas lainnya terutama dalam menjelaskan soal manfaat vaksin dan meyakinkan umat soal kehalalan vaksin," ujarnya.
Rencana vaksinasi corona dimulai pekan kedua November mendatang. Namun belakangan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut vaksinasi akan molor dari jadwal.
Menurutnya, bukan karena stok vaksin, namun karena dibutuhkan waktu bagi BPOM untuk bisa mengeluarkan emergency use authorization (EUA).
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan distribusi vaksin virus corona secara mandiri akan dikelola oleh PT Bio Farma (Persero).
Nantinya, pemerintah akan memberikan arahan kepada perusahaan pelat merah itu dalam mendistribusikan vaksin virus corona.
Airlangga bilang pemerintah belum bisa memberikan kepastian kapan tepatnya vaksinasi akan dilakukan. Pasalnya, Bio Farma masih melakukan uji klinis tahap 3.
Selain itu, proses distribusi juga baru akan dilakukan setelah ada sertifikasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Namun, Airlangga tak menjelaskan lebih lanjut berapa lama proses sertifikasi akan berlangsung.
Catatan Redaksi:
Bersama-kita melawan virus corona. Banjarmasinpost.co.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Vaksin Corona Ada Gratis dan yang Bayar, Jokowi Minta Harganya Terjangkau, https://www.tribunnews.com/corona/2020/10/27/vaksin-corona-ada-gratis-dan-yang-bayar-jokowi-minta-harganya-terjangkau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/vaksin-covid-19-yang-tidak-aktif-di-pabrik-produksi-vaksin-china2.jpg)