Menelusuri Tempat Bersejarah di Kalsel
Tempat Bersejarah di Kalsel, Titik Nol Kilometer Bandjermasin
Istilah Nol Kilometer mengemuka ketika toko buku terkenal Shakespeare and Company menerbitkan jurnal bertitel Kilometer Zero.
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu destinasi wisata warga Banjarmasin yang dikunjungi bersama keluarga di saat hari libur adalah Tugu Nol Kilometer yang terletak di Jalan Sudirnan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Istilah Nol Kilometer mengemuka ketika toko buku terkenal Shakespeare and Company menerbitkan jurnal bertitel Kilometer Zero.
Menurut Mansyur, S.Pd, M.Hum, dosen Pendidikan Sejarah, Kilometer Nol atau Km 0 sebenarnya merupakan lokasi dimana awal jarak diukur secara tradisional.
Biasanya yang dijadikan titik Nol Kilometer adalah lokasi tertentu, bangunan dan jalan.
Baca juga: Sebab Utama Inul Daratista PHK Semua Karyawannya di Jakarta Terungkap, Istri Adam Suseno Minta Maaf
Baca juga: Perlakuan Baim Wong pada Gilang Dikomentari Negatif, Suami Paula Ungkap Sebab Umbar Kenakalan Piano
Baca juga: Peringatan Nagita pada Penjual Bakso yang Mirip Raffi Ahmad, Ipar Syahnaz: Jadi Artis Gak Kuliah
Secara historis di Banjarmasin "kurang familiar" dengan istilah nol kilometer.
Urang Banjar lebih mengenal istilah pal atau "paal", dari bahasa Belanda berarti tiang.
Orang Belanda menyimbolkan Paal (tiang) pertama yang umumnya di depan kantor pos titik nol kilometer, istana, perempatan jalan.
Sebelum pembangunan Tugu Nol Kilometer Banjarmasin yang diperkirakan tahun 1990-an, ada latar historis yang menjadi landasan.
Berawal dari terbitnya Staatsblad (Lembaran Negara) Tahun 1849, Banjarmasin (Pulau Tatas) menjadi ibu kota Divisi Selatan dan Timur Borneo (Borneo Zuid en Ooster Afddeling).
Dalam kurun waktu tersebut, rumah dan Kantor Residen dibangun di Kampung Amerong (jalan Jenderal Sudirman sekarang).
Pembangunan kediaman berhadap-hadapan dengan Istana pribadi Sultan di Kampung Sungai Mesa yang hanya dipisahkan Sungai Martapura.
Pada masa Hindia Belanda, pada lokasi Pembangunan Tugu Nol Kilometer Banjarmasin telah ada tugu Peringatan Perang Banjar.
Tugu dengan arsitektur kolonial tersebut sebagai simbol.
Kemenangan Pemerintah Hindia Belanda pada Perang Banjar-Barito dalam versi dokumen Belanda hanya berlangsung empat tahun (1859-1863).
Selain itu, tugu ini bermakna kemenangan yang didasari meninggalnya Pangeran Antasari 11 Oktober 1862.
(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tugu-nol-kilometer-yang-terletak-di-jalan-sudirnan-banjarmasin-kalimantan-selatan.jpg)