Berita Tanahlaut
Kampung Nelayan di Tala Jadi Pilot Project PDAM Desa, ini Jumlah Investasinya
Kampung nelayan di Desa Pagatanbesar, Kecamatan Takisung, menjadi pilot project PDAM
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Program Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mini atau PDAM Desa yang dicetuskan enterpreneur Kabupaten Tanahlaut (Tala) H Imam Maliki bukan sekadar retorika atau wacana.
Kini, program humanis itu benar-benar menjadi kenyataan.
Kampung nelayan di Desa Pagatanbesar, Kecamatan Takisung, menjadi pilot project PDAM Desa tersebut.
Keberadaan fasilitas pengolah/penyedia air minum itu mendapat apresiasi Bupati Tala H Sukamta.
Bahkan orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini telah melihat dari dekat instalasi PDAM Desa itu.
Baca juga: Pesan Terselubung di Video Syur Mirip Gisel, Ahli Curigai Aksi Pamer Tubuh Molek
Baca juga: Obeng, Ungkap Rayuan Maut Janda Muda yang Bikin Pemuda Tak Berdaya hingga Meregang Nyawa
Baca juga: Rencana Pernikahan Luna Maya dan Ryochin Dibocorkan, Nagita Dibuat Penasaran
"Mulai kemarin PDAM Desa di Pagatanbesar beroperasional dan alhamdulillah Pak Bupati berkenan datang. Bahkan beliau langsung mencoba, meminum air olahan kami yang memang bisa langsung diminum," ucap Imam, Rabu (11/11/2020).
Ia menerangkan bahan baku yang diambil adalah air payau (asin).
Desa Pagatanbesar memang berada di pesisir laut Jawa sehingga air tanah setempat pun asin.
Menggunakan karbon aktif dan bahan alami lainnya, air payau tersebut diolah sehingga menjadi tawar.
Lebih dari itu juga higienis dan bisa langsung diminum karena telah melalui tahapan pengolahan.
Mulai kemarin air tersebut dapat dinikmati warga setempat yang selama ini sepanjang tahun selalu kesulitan air bersih.
Selama ini warga setempat membeli pada pedagang keliling yakni air sumur gali dari Desa Malukabaulin di Kecamatan Kurau.
"Kalau selama ini per jerigen volume 20 liter warga membeli seharga Rp 2.500, di PDAM Desa itu warga cukup membeli sekitar Rp 2.000," papar Imam.
Ia menuturkan air bersih yang diproduksi PDAM Desa memang tidak gratis karena ada biaya investasi sebesar Rp 250 juta dan biaya operasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bupati-tala-h-sukamta-menjajal-air-bersih-produksi-pdam-desa-kemarin-sore-foto-imam-maliki.jpg)