Berita Banjarbaru

Tangkal Hacker Cina, Rusia, Indonesia, Pemprov Kalsel Bentuk Tim CSIRT

Diskominfo Kalsel sebut banyak hacker Cina, Rusia dan Indonesia serang situs pemerintahan sehingga dibentuklah tim penangkal yang disebut CSIRT.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Peluncuran Kalsel Prov-CSIRT (Cyber Security Incident Response Team) Provinsi Kalimantan Selatan, di Gedung Dr. KH Idham Chalid, Kota Banjarbaru, Kamis (12/11/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penyerangan hacker kepada situs situs pemerintahan kementerian,  lembaga dan pemerintah daerah provinsi, masih terus terjadi. Bahkan angkanya cenderung meningkat.

Dalam setahun, ditemukan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN( RI, ada sebanyak 300 juta serangan hacker pada setiap lembaga negara pemerintah pusat dan daerah.

"Dari laporan serangan hacker sebanyak itu, sebanyak 53 persennya adalah data data lembaga pemerintahan," tandas Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintahan BSSN RI, Brigjen TNI Briman Purba, ketika di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (12/11/2020).

Karena itu dirasa perlu pengamanan siber di tiap daerah dan kelembagaan. Sehingga hari ini diluncurkan
Kalsel Prov-CSIRT (Cyber Security Incident Response Team) Provinsi Kalimantan Selatan, di Gedung Dr. K.H. Idham Chalid Banjarbaru.

Baca juga: Meningkat 17,94 Persen, Kalsel Terbanyak Ketiga Jumlah Merchant QRIS di Kalimantan

Baca juga: Syahrudin Resmi Jadi PAW Anggota DPRD Kalsel, Begini Misinya di Komisi IV

"Kalsel ini adalah daerah ke 10 yang sudah dibentuk CSIRT. Sebelum Kalsel, sudah dibentuk di NTB. Tidak lain tujuannya untuk pengamanan ruang siber di tiap daerah," kata dia.

Disebutkan, Briman Purba bahwa Tim CSIRT di Kalsel ini yang dibentuk adalah Sumber Daya Manusia (SDM) - nya melalui Workshop dan Pelatihan dan ada tahapan seleksinya. 

"Harapannya nanti di Kalsel ini bisa membimbing dan membentuk di kabupaten kota di daerah Kalsel," kata dia.

Dipaparkan Biriman Purba, bahwa dicanangkam Badan Siber dan Sandi Negara RI, bakal membentuk 121 CSIRT se Nasional.

Baca juga: Los Ikan Pasar Kamakmuran Kotabaru Terancam Runtuh, Kadiskoperdag Kalsel Janjikan Rehab

Baca juga: Sayuran Organik di Kalsel Mulai Digemari, Petani Hidroponik Raup Untung

"Namun tahun ini (2020) diprioritaskan 15 CSIRT berdasarkan kesiapan daerah, salah satunya Provinsi Kalimantan Selatan," kata dia.

Seberapa rawan di Kalsel? Menurut Briman Purba, jika mendengar paparan dari Kadis Kominfo ada 100 se tahun itu artinya masih belum banyak.

"Tapi ini perlu dijaga agar tidak semakin merugikan pemerintah daerah setempat. Karena banyak hacker yang beraksi ini adalah merusak data dan mencuri data. Dampaknya merugikan kita," kata dia.

Kepala Diskominfo Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menambahkan bahwa serangan hacker di Kalsel ini terus meningkat.

Baca juga: Kapolda Kalsel Apresiasi Kinerja Satnarkoba Polresta Banjarmasin Gagalkan Peredaran 42 Kg Narkoba

Baca juga: Meriahnya Awarding Lomba Foto Video & Lagu Pariwisata Kalsel, Cek Daftar Pemenangnya Disini

"Datanya, pada 2016, ada 9 laporan, 2017 sebanyak 21 laporan, pada 2018 ada sebanyak 18 laporan 2019 ada sebanyak 38 laporan dan pada 2020 hingga Oktober ini ada 22. Sehingga total ada 108 laporan hacker," kata dia.

Disebutkan Gusti Yanuar Noor Rifai, paling banyak yang disentuk hacker ini adalah pelayanan kepada masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved