Masjid Lancip Kabupaten HSU
Masjid Lancip Didatangi Jemaah dari Luar Kabupaten HSU
Jemaah yang ikut pengajian di Masjid Lancip Kabupaten HSU datang melalui jalur sungai menggunakan perahu tambangan dari kawasan Negara, Kabupaten HSS.
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Masyarakat desa sekitar sampai saat ini masih menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid Assu'ada yang merupakan masjid tua dan bersejarah di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan.
Dulu, masjid ini tempat dilaksanakan mengaji duduk. Jemaah pengajiannya dari beberapa kampung. Bahkan konon dari Kampung Negara datang ke Waringin dengan perahu tambangan untuk mengaji di Waringin yang saat itu tekenal memiliki ulama besar seperti halnya H Abdul Gani.
Oleh karena itu, ada yang mengaitkan bahwa asal nama Desa Waringin karena dahulunya desa ini tempat beradanya ulama-ulama yang Wara’ , yakni istilah bagi ulama yang apik dalam melaksanakan ibadah.
Ada pula yang mengatakan bahwa dinamakan Waringin karena dahulunya di tepian sungai setempat, tumbuh pohon beringin.
Baca juga: Masjid Lancip, Bangunan Cagar Budaya yang Berada di Waringin Kabupaten HSU
Baca juga: Tiang di Tengah Masjid Lancip Waringin Kabupaten HSU Jadi Daya Tarik
Pengelola masjid, Gusti Mastur, mengatakan kepada Banjarmasinpost.co.id, kadang ada rombongan jemaah dari luar daerah yang datang.
Sebagian, lanjut dia, ada yang memang nazar jika terkabul hajat, ada juga yang melintasi Kabupaten HSU dan kemudian menyempatkan berkunjung ke masjid yang kini berstatus cagar budaya tersebut.
“Belum lama ini ada yang dari Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Selain datag ke masjid, juga mendatangi kubah dan makam Syech Abdul Gani yang letaknya sekitar 200 meter dari bangunan masjid,” ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/jemaah-perahu-tambangan-ke-masjid-assuada-masjid-lancip-waringin-kabupaten-hsu.jpg)