Breaking News:

Penanganan Covid 19

Pakar ULM dan RSUD Ulin dalam BForum Sarankan Ini Agar Mantan Pasien Tidak Terserang Covid-19 Lagi

Jaga imunitas tubuh dan terapkan protokol kesehatan adalah saran pakar kesehatan dari ULM dan RSUD Ulin agar mantan pasien Covid-19 tak kambuh lagi.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Tangkapan layar, perbincangan dalam program BForum Banjarmasin Post, Prof Syamsul Arifin dan dr Ira Nurassyidah SpP (kiri bawaH), dengan host, Anjar Wulandari, tentang cegah pasien sembuh dari Covid-19 tidak sampai terinfeksi lagi, Kamis (19/11/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mantan pasien atau orang yang sembuh dari penyakit Covid-19, bukan berarti kemudian 100 persen kebal terhadap virus ini. Sebaliknya, masih ada kemungkinan terinfeksi kembali. 

Hal di atas dibahas dalam BForum (Banjarmasin Post Focus Grup Discussion) saat Kamis (16/11/2020) pukul 16.00 Wita.

Bincang ini dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post dan disiarkan langsung melalui Instagram @BANJARMASIN POST, YouTube: BANJARMASIN POST NEWS VIDEO, Facebook: BPOST ONLINE. 

Narasumber diskusi Prof Syamsul Arifin, Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM)/Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangkaraya Raya, mengungkapkan, memang faktanya demikian. 

Dalam paparannya, Syamsul menyampaikan fakta melalui potret reinfeksi Covid-19 di dunia dan di Indonesia yang menunjukkan hasil penelitian di Jerman dan juga eksperimen di Rusia serta temuan dua kasus di Indonesia.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: 40 Orang Positif, Terbanyak dari Banjarmasin

Baca juga: Bertambah Lima Kasus Baru, Total Terkonfirmasi Covid-19 di Banjarbaru Mencapai 1.204

Baca juga: Update Covid-19 Kotabaru: Positif Bertambah 1 Orang, Total 576

Baca juga: VIDEO Cagub Petahana Kalteng H Sugianto Sabran Mengumumkan Dirinya Terjangkit Covid-19

 "Ada hipotesis bahwa itu karena antobodi yang menghentikan virus, menghilang dalam waktu dua tiga bulan," jelasnya dalam bincang di BForum secara virtual.

Hipotesis kedua, terjadi reinfeksi karena tingkat antibodi penawar yang sangat rendah di tubuh orang bersangkutan. Hipotesis  ketiga adalah akibat paparan virus sangat tinggi untuk kedua kalinya sehingga memicu reaksi yang lebih akut. 

Saran Syamsul, mantan pasien agar melakukan strategi peningkatan imunitas tubuh. Di antaranya, kelola stres dengan baik, olahraga rutin, makanan bergizi seimbang, konsumsi makanan penunjanh sistem imun, istirahat cukup, minum air putih yang banyak, sering berjemur. 

Narasumber kedua, dr Ira Nurassyidah SpP, Sekretaris Departemen Pulmonologi & Kedokteran Respirasi RSUD Ulin, menyatakan, faktanya memang ada kasus reinfeksi tersebut.

"Dari 600-an pasien, ada 3 yang positif reinfeksi. Ada yang awalnya bergejala, kemudian sembuh dan pada sakit yang kedua tidak ada gejalanya. Kemudian ada yang awalnya tak bergejala, namun pada sakit yabg kedua ada gejalanya," ungkapnya. 

Sebab itu, Ira mengingatkan agar mantan pasien dan juga tentunya masyarakat agar tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Untuk selengkapnya bincang secara virtual dengan pakar dari ULM dan RSUD Ulin tersebut, simak video di bawah ini:

  

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved