ILC

LINK Live Video Streaming TV One, ILC Hari Ini Bahas Tema Polemik Pencopotan Gubernur

Berikut link Live Streaming TV One Indonesia Lawyers Club (ILC) malam ini Selasa (24/11/2020) dengan tema 'Bisakah Gubernur Dicopot?'.

Penulis: Amirul Yusuf | Editor: Rahmadhani
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Mendagri Tito Karnavian, saat melakukan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Pilkada di Kalteng bersamaan penyelenggara Pilkada setempat, Minggu (19/7/2020) di Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berikut link Live Streaming TV One Indonesia Lawyers Club (ILC) malam ini Selasa (24/11/2020) dengan tema 'Bisakah Gubernur Dicopot?'.

Indonesia Lawyers Club (ILC) bersama Karni Ilyas akan kembali malam ini yang tayang mulai jam 20.00 WIB melalui Video Streaming TV One.

Tema ILC malam ini adalah 'Bisakah Gubernur Dicopot?', yang masih terkait dengan polemik kerumunan seperti saat acara pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Jakarta.

Dikutip Banjarmasinpost.co.id dari twitter TVOne, latar belakang pengangkatan tema ini oleh TV One adalah  Tito Karnavian yang menerbitkan Instruksi Mendagri No. 6/2020.

Salah satu poinnya adlh sanksi pencopotan bagi Kepala Daerah yg lalai menegakkan prokes Covid19.

"Instruksi ini menuai pro-kontra, Mendagri dinilai tak bisa serta merta mencopot jabatan Gubernur," tulis akun twitter ILC.

* Kemendagri: Mendagri Memang Tidak Bisa Berhentikan Kepala Daerah

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal mengatakan, menteri dalam negeri memang tidak dapat memberhentikan kepala daerah.

Hal itu disampaikan Safrizal merespons polemik setelah terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan.

“Kalau ada yang bilang, mana bisa edaran menteri dalam negeri memberhentikan (kepala daerah), emang enggak bisa, siapa bilang bisa?” ungkap Safrizal dalam diskusi daring bertajuk “Terimbas Kerumunan Rizieq”, Minggu (22/11/2020) yang dikutip dari kompas.com.

“Semua sudah ada ketentuan dan prosedurnya,” imbuh dia.

Menurut dia, surat instruksi tersebut diterbitkan sebagai pengingat bagi kepala daerah dalam menangani pandemi Covid-19.

Tujuannya, agar kerumunan seperti saat acara pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Jakarta maupun Jawa Barat tak terulang kembali di daerah lainnya.

“Mengingatkan bahwa di dalam UU Kekarantinaan Kesehatan, dalam UU wabah, dalam UU 23, patuhilah, kerjakanlah,” ucapnya.

Halaman
12
  • Berita Terkait :#ILC
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved