Ragam Daun Nipah
Daun Nipah Bisa Dibuat Atap Rumah Yang Bertahan Hingga Lima Tahun
Nipah adalah tumbuhan dengan jenis palem (palma), yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut di dekat tepi laut.
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nipah adalah tumbuhan dengan jenis palem (palma), yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut di dekat tepi laut.
Seperti jenis palem pada umumnya, nipah memiliki berbagai kegunaan, karena memiliki beragam potensi untuk kebutuhan sehari-hari.
Diantaranya bahan atap rumah, bahan kerajinan, tusuk sate, sapu lidi, anyaman ketupat dan produk lainnya.
Daun nipah yang telah tua banyak dimanfaatkan secara tradisional untuk membuat atap rumah, dengan daya tahan mencapai 3-5 tahun.
Daun nipah yang masih muda mirip janur kelapa, dapat dianyam untuk membuat dinding rumah yang disebut kajang.
Daun nipah juga dapat dianyam untuk membuat tikar, tas, topi dan aneka keranjang anyaman.
Satu di antaranya kegunaan bilah daun nipah yakni bisa di jadikan sapu lidi. Bila dipotong lagi dalam ukuran yang lebih pendek, bilah daun nipah bisa dimanfaatkan menjadi bilah tusuk sate.
Seperti yang di lakukan oleh Suwarnah (81) seorang pengrajin daun nipah, di Kota Banjarmasin.
Dalam satu hari Suwarnah mampu membuat 200 sampai 250 bilah daun nipah. Bilah itu yang ia dapat dari sisa pengrajin anyaman ketupat. Persatu bilah daun nipah dijual seharga Rp 10.
"Jadi bilahnya bisa diolah jadi sapu lidi, atau dipotong jadi tusuk sate," katanya.
Cuaca panas dari terik matahari pada siang hari, merupakan waktu yang sangat dinantikan oleh Suwarnah.
Hal itu dikarenakan ia bisa menjemur bilah-bilah daun nipah, sebelum diolahnya menjadi sapu lidi ataupun bilah tusuk sate.
Dijelaskannya, proses penjemuran itu memerlukan waktu hingga berhari-hari, sampai tidak ada lagi kandungan air di dalam bilah daun nipah.
Baca juga: VIDEO Berbagi Keceriaan Momen Hari Jadi, Petinggi Pemkab Tala Kunjungi Ahli Waris Pendiri Tala
Bila cuaca sedang terik atau saat musim panas, proses penjemuran memakan waktu semala tiga hari.
Namun apabila cuaca kerap mendung bahkan hujan, penjemuran bisa memerlukan waktu hingga tujuh hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tumpukan-bilah-daun-nipah-saat-dijemur.jpg)