Berita Batola

Lalai Distribusikan Bantuan hingga Rusak, Kades Balandean Muara Batola Sepakat Ganti Sembako

Sejumlah warga di Desa Balandean Muara, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, mengeluhkan rusaknya bantuan sembako yang mereka terima

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Warga penerima bantuan sembako yang rusak mengadakan pertemuan dengan pihak pemerintah Desa Balandean Muara , Camat Alalak dan Dinas Sosial Batola. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sejumlah warga di Desa Balandean Muara, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, mengeluhkan rusaknya bantuan sembako yang mereka terima. 

Bantuan yang dimaksud adalah bantuan sosial tahap tujuh untuk masyarakat terdampak pandemi Covid- 19 di Kabupaten Barito Kuala.

Bantuan tersebut terdiri dari beras, gula, minyak goreng dan telur. 

Camat Alalak, Muhammad Sya'rawi menjelaskan, bantuan tahap tujuh yang dialokasikan untuk bulan Oktober 2020 itu sebagian datang dua minggu lebih awal di Kantor Kecamatan Alalak.

Baca juga: Plt Gubernur Kalteng Pantau Penyaluran Bantuan Sosial Tahap II, Ingatkan Pelaksana tak Main-main

Baca juga: Dua Jam Lebih Seratus Paket Sembako Ludes, Diskopdag Tala Gencarkan Pasar Murah

Persinya, sekitar pertengahan oktober dan rencananya akan di bagikan pada awal November. 

"Kita lebih awal menerima beras di kecamatan, kemudian disusul pelengkap lainnya satu paket," Ujar Awi. 

Ia pun menyampaikan informasi kepada seluruh lurah atau kepala desa maupun perangkatnya.

Untuk mengambil dan dibagikan kepada masyarakat yang mendapatkannya. ketika seluruh logistik sudah lengkap. 

"Setelah lengkap kita infokan ke seluruh pihak lurah dan kepala desa untuk mengambilnya. Namun memang ada beberapa yang rusak dan sudah diganti," Terang Awi. 

ia pun menjelaskan, untuk kasus warga Desa Balandean yang menerima sembako tidak layak konsumsi ini, diakibatkan lama tidak diambil dan mengalami kerusakan. 

"Memang dari beberapa desa ada yang menemui kerusakan, tapi mereka masih bisa menukar dengan stok yang ada di Kecamatan," Imbuh Awi.

Ia juga menyayangkan Kepala Desa Balandean Muara yang terlambat mengambil dan malah sampai satu bulan lebih. Sehingga kerusakan bertambah. 

Padahal pihak kecamatan sudah beberapa kali menghubungi kepala desa, sekdes maupun perangkat desa untuk segera mengangkutnya. 

Kejadian ini terungkap ketika warga  Desa Balandean menerima bantuan tahap delapan, untuk bulan November di awal Desember.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved