PT Adaro Indonesia
Lagi, Adaro Raih Proper Emas, Pengakuan Pengelolaan Lingkungan Terbaik
PT Adaro mendapat penghargaan dari Meneri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya sebagai perusahaan yang peduli pada pelestarian lingkungan.
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Proper Emas berhasil diraih Adaro dalam 2 tahun secara berturut-turut.
Hingga kini Adaro sudah mempersembahkan proper emas untuk ketiga kalinya sejak pertama kali meraihnya di tahun 2012 yang menjadi tonggak sejarah Adaro sebagai perusahaan pertambangan pertama di Indonesia yang menyabet proper emas.
Dalam 2 tahun terakhir, pengakuan pemerintah terhadap tata kelola lingkungan dan pengembangan masyarakat yang dilakukan Adaro, memiliki arti penting sebagai tolok ukur keberhasilan perusahaan menerjemahkan nilai pelestarian lingkungan yang bersisian dengan produksi.
Pada Senin (14/12/2020), dalam sebuah acara penganugerahan berbasis protokol kesehatan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, diwakili Direktur Operasional Adaro, Priyadi, proper emas diserahkan sebagai legitimasi pengelolaan lingkungan yang paripurna.
Menurut External Relation Division Head PT Adaro Indonesia, Rizki Dartaman, raihan ini merupakan hasil kerjasama semua pihak. "Dari operasional hingga pendukungnya," ujar Rizki.
Rizki menjelaskan, proper ini menunjukkan komitmen perusahaan terkait konsistensi pengelolaan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar tambang.
Bagi CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Leni Marlina, masa pandemi yang berlangsung sejak awal 2020, berpengaruh besar terhadap upaya Adaro menjalankan program CSR-nya.
Namun, ujarnya, persoalan ini sekaligus mendorong inovasi guna memastikan bahwa komitmen pemberdayaan itu, bisa terus berjalan.
Pembinaan secara langsung melalui pendampingan daring, lantas menghasilkan Mbah Asri, yaitu Kampung Hijau, Sehat, dan Lestari di Kambitin.
Melalui program ini, masyarakat tersebut, bisa lebih mudah mengakses air bersih, mengelola sampah domestik dan memanfaatkan halaman rumah untuk kebun sayur, perikanan air tawar dan peternakan. Sehingga, sangat membantu dalam ketersediaan pangan masyarakat pada masa pandemi Covid-19.
Masyarakat juga diajak merubah mindset masyarakat dari kebiasaan petani karet menggunaan pupuk TSP dan merendam karet di Sungai Melalui program Paman Deco.
"Saat ini Koperasi Sungai Kihung Lestari telah mampu memproduksi Ecodeurub, yang digunakan untuk bahan pengentalan karet yg ramah lingkungan," ujarnya.
Melalui Acil Proker, Aksi Cinta Indonesia Produksi Masker, saat ini lebih dari 36 ribu masker 3 lapis telah dihasilkan oleh LKP Sahabat yang merangkul komunitas penjahit di Balangan.
Masker diproduksi dari kain sisa hasil usaha sasirangan dan menjahit. Kegiatan usaha itu mampu mempertahankan keberlangsungan hidup para komunitas penjahit di Balangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/adaro-proper-emas-2020-15122020-11.jpg)