Berita Banjarmasin
Relawan ERM ACT-MRI Kalsel Gelar Simulasi Water Rescue
Memantapkan kesiapan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalsel gelar simulasi water rescue
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Guna memantapkan kesiapan relawan Emergency Response Management (ERM) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan simulasi water rescue.
Dalam simulasi tersebut ERM ACT-MRI melakukan evakuasi korban tenggelam, menggunakan perahu karet dan alat pelindung diri (APD).
Menurut Komandan ERM ACT-MRI Kalimantan Selatan, Muhammad Riadi, hal tersebut dilakukan karena proses evakuasi mengutamakan keselamatan.
"Karena yang kami utamakan adalah safety (keselamatan). Sebelum menolong orang, utamakan keselamatan diri sendiri dulu," katanya. Rabu (16/12/2020).
Baca juga: Talkshow Covid-19 dari BNPB, Belajar dari Pengalaman Libur Panjang
Baca juga: Sebelum Operasi Bayi Kembar Siam, Tim Dokter RSUD Ulin Banjarmasin Lakukan Tiga Kali Simulasi
Baca juga: Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru Tawarkan Gratis Menginap di Malam Tahun Baru, Ini Syaratnya
Ditambahkan Riadi, bertepatan dengan Apel Siaga Menghadapi Potensi Bencana Tahun 2020-2021, yang serentak dilaksanakan di beberapa kantor cabang ACT di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.
Apel siaga sendiri digelar untuk mengantisipasi adanya potensi bencana, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Cuaca ekstrem La Nina ini dikhawatirkan membahayakan masyarakat. Contohnya yang sering terjadi yaitu bencana banjir, longsor dan puting beliung. Khususnya di Kalimantan Selatan yaitu banjir dan puting beliung,” jelas Riadi.
Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan yang juga Ketua Umum MRI Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengatakan, kesiapan relawan untuk menghadapi potensi bencana sangat diperlukan.
Tentunya, juga harus ada komitmen bersama dalam membantu menangani setiap bencana yang terjadi.
“Apa yang kami lakukan, adalah dengan memberi bantuan penanganan bencana. Para relawan ini merupakan orang-orang pilihan lembaga yang merupakan perpanjangan tangan lembaga pusat untuk membantu menangani bencana di daerah kita,” ucap Zainal.
Diakui Zainal, Kalimantan Selatan masih tergolong aman dari bencana. Namun demikian, Zainal mengingatkan potensi bencana bisa saja terjadi, apalagi dengan fenomena cuaca ekstrem yang beberapa waktu terakhir terjadi di Kalsel.
“Apel siaga ini bertujuan, agar kami ingin bersiap siaga menghadapi bencana yang datang kapan saja,” ungkapnya.
(banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/mri-act-kalsel-01.jpg)