Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Saksi AnandaMu Tolak Tandatangan Berita Acara Hasil Pleno Rekapitulasi, ini Respons KPU Banjarmasin

Ketua KPU Banjarmasin Rahmiyati Wahdah mengatakan hasil rapat pleno tetaplah sah meskipun ada saksi dari paslon yang menolak menandatangani

banjarmasinpost.co.id/frans
Ketua KPU Banjarmasin, Rahmiyati Wahdah. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saksi dari pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin yakni Hj Ananda-Mushaffa Zakir (AnandaMu) menolak menandatangani berita acara hasil rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Kota Banjarmasin untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin yang dilaksanakan Selasa (15/12/2020) malam.

Bahkan pada rapat pleno yang dilaksanakan di Hotel Rattan Inn tersebut, saksi dari paslon AnandaMu memilih mengisi lembaran kejadian khusus terkait keberatannya.

Meskipun demikian, Ketua KPU Banjarmasin Rahmiyati Wahdah mengatakan hasil rapat pleno tetaplah sah meskipun ada saksi dari paslon yang menolak menandatangani berita acara.

Baca juga: Sebab Utama Rohimah Gugat Cerai Kiwil yang Poligami Eva Bellisima Dikulik, Istri Pertama: Hanya Saya

Baca juga: Saksi Paslon AnandaMu Tolak Tandatangani Berita Acara Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Suara

Baca juga: Kebencian Mikhayla pada Asisten Nia Ramadhani, Imbas Putri Ardi Bakrie Kena Prank

"Saksi tidak tandatangan itu haknya. Jadi tidak masalah, dan tetap sah," ujarnya kepada awak media.

Terkait dengan hal khususnya sinkronisasi data yang dipersoalkan oleh saksi dari paslon AnandaMu hingga akhirnya berujung dengan penolakan penandatanganan berita acara, Rahmiyati mengatakan seharusnya sudah dilakukan di tingkat kecamatan.

"Terkait sinkronisasi data itu kan diambil dari C1, jadi seharusnya saksi sudah menyerahkan apa yang ingin disanggah pada saat rekapitulasi di tingkat kecamatan. Jadi kita akomodir di sini dengan membuatkan di formulir kejadian khusus," katanya.

Ditambahkan oleh Rahmiyati, pihaknya akan menelusuri ketidaksinkronan data yang dimaksud oleh saksi dari paslon AnandaMu.

"Kita lihat nanti seperti apa, dan kami akan melakukan penelusuran, tapi itu tidak akan mempengaruhi hasil rekapitulasi kita," jelasnya.

Disinggung mengenai ada kemungkinan saksi dari paslon AnandaMu membawanya ke ranah sengketa Pilkada, Rahmiyati tidak mempersoalkannya.

"Silakan saja," katanya.

Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi saat itu, paslon petahana yakni H Ibnu Sina-H Arifin Noor (nomor urut 2) meraih suara terbanyak dengan mendulang 90.980 suara, kemudian disusul paslon Hj Ananda-Mushaffa Zakir (nomor urut 4) sebanyak 74.154, selanjutnya paslon Haris Makkie-Ilham Nor (nomor urut 1) sebanyak 36.238 dan paslon Khairul Saleh-Habib Ali (nomor urut 3) sebanyak 31.334.

(banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved