Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Selisih Hasil Pilgub Kalsel BirinMU dan Denny Indrayana Dibawah 1 Persen, Bawaslu Persiapkan PHPU

Meski selisih suara Pilgub Kalsel mencapai lebih dari 8.000, namun jika dilihat dari prosentase, selisih perolehan suara di bawah 1 persen

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Komisioner Bawaslu Provinsi Kalsel, Iwan Setiawan (tengah) memimpin pertemuan silaturahmi Bawaslu Kalsel dengan media massa di Kalsel(1). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilgub Kalsel Tahun 2020 sudah dirampungkan oleh KPU Provinsi Kalsel, Jumat (18/12/2020).

Hasilnya Paslon Nomor Urut 1 H Sahbirin Noor-H Muhidin (Paman BirinMu) unggul 8.127 suara dibanding Paslon Nomor Urut 2 H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D).

Dimana Paslon Paman BirinMu memperoleh 851.822 suara, sedangkan Paslon H2D memperoleh 843.695 suara.

Meski selisih suara mencapai lebih dari 8.000, namun jika dilihat dari prosentase, selisih perolehan suara di bawah 1 persen.

Baca juga: Pleno Rekapitulasi Pilgub Kalsel Ditutup, Paman BirinMU Raih 851.822, Denny Indrayana 843.695.

Baca juga: Denny Indrayana Galang Dana untuk ke MK, Saksi Paslon Birinmu Ingatkan Kasus Payment Gateway

Baca juga: Bersiap Bawa Hasil Pilgub Kalsel ke MK, Denny Indrayana Sudah Kumpulkan Donasi Hampir Rp 60 Juta

Dimana perolehan suara Paslon Paman BirinMu sebesar 50,24 persen berbanding dengan 49,76 persen prosentase perolehan suara Paslon H2D dari total suara sah.

Hal ini membuka peluang munculnya Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Kalsel melalui jalur Mahkamah Konstitusi (MK).

Tak hanya KPU Provinsi Kalsel yang sudah mempersiapkan diri, Bawaslu Provinsi Kalsel pun sudah melakukan persiapan menghadapi PHPU tersebut.

Menurut Komisioner Bawaslu Kalsel, Iwan Setiawan, jika ada PHPU di MK terkait Pilgub, maka Bawaslu Provinsi Kalsel kemungkinan besar juga akan terlibat sebagai saksi.

Karena itu kata dia, Bawaslu Provinsi Kalsel sudah mempersiapkan tim yang dikoordinir Komisioner Bawaslu Provinsi Kalsel, Nur Kholis Majid untuk menghadapi PHPU.

Bahkan kata Iwan, Bawaslu Provinsi Kalsel sudah mulai mengkalkulasi berbagai hal yang diperlukan jika dipanggil menjadi saksi dalam PHPU di MK.

Baca juga: BirinMu Klaim Menang di 5 Kabupaten, Denny Indrayana Siapkan Strategi ke MK

"Itu sudah kami siapkan, tim kami pun sudah siap. Berapa lama nanti mondok di Jakarta menyelesaikan PHPU ini sudah siap. Pendampingan dan lainnya juga," kata Iwan.

Hal ini disampaikannya di sela pertemuan silaturahmi dengan kalangan media massa di Aula Kantor Bawaslu Provinsi Kalsel, Jalan RE Martadhinata, Banjarmasin, Jumat (18/12/2020). (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody) 

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved